ADVERTISEMENT

Kata Ustazah: Ketika Berhubungan, Suami Istri Jangan Sampai Tanpa Busana

Tim detikcom - detikHot
Kamis, 18 Agu 2022 06:00 WIB
Bunda Tuti
Bunda Tuti memberikan penjelasan mengapa saat bersetubuh tak boleh tanpa busana. Foto: dok. Capture Islam Itu Indah
Jakarta -

Ketika melakukan hubungan badan antara suami dan istri dalam Islam memiliki adab. Termasuk soal busana.

Apa benar ketika melakukan hubungan dan melepas semua pakaian, bisa memancing setan ikut serta? Kali ini, Kata Ustazah mengambil nasihat dari Bunda Tuti dalam Islam Itu Indah untuk menjelaskan hal ini.

Ada adab yang memang harus dijaga saat akan melakukan sesuatu dalam Islam, termasuk adab untuk melakukan hubungan badan. Berikut penjelasan Bunda Tuti:

Ini suatu kode, simbol, komunikasi, namanya hasrat itu kadang-kadang kita tidak bisa tau kapan datangnya, kapan kita tiba-tiba.

Ketika suami dari kantor sudah berhasrat memberikan kode, 'Assalammualaikum Mama Papa pulang.' Berarti di sini istri sudah paham. Ketika datang ke rumah jangan langsung terburu-buru. Adabnya ketika kita mau melaksanakan nafkah batin suami dan istri sudah dijelaskan, ada etikanya. Ini Islam sangat indah, sampai detail seperti itu dijelaskan.

Ketika kita mau melaksanakan nafkah batin, jangan langsung. Apalagi tidak berwudu dulu karena hasrat sudah tidak terbendung, langsung saja. Sampailah ketika datang itu langsung melepas semua dan langsung melakukan nafkah lahir dan batin suami dan istri. Maka di sini dalam agama Islam diajarkan ada hukum, ada adab. Hukum itu menjelaskan tentang perintah dari Allah kalau kita laksanakan mendapat pahala kalau dilanggar dosa.

Bagaimana ketika kita melaksanakan nafkah batin karena sudah tidak tahan, misalkan, sampai lupalah berwudu, lupalah berdoa, maka di situ dikatakan janganlah kalian bersetubuh dalam keadaan telanjang.

Tetapi ada hadis lain mengatakan boleh kalian melihat aurat. Satu, istrimu. Kemudian hamba sahaya. Bahkan ketika kita menyikapi hadis ini, ini merupakan hadis yang sangat indah. Jangan sampai kita dianggap ini, hadisnya memang dhaif, tetapi itu menjadikan kita untuk tata cara, adabnya.

Nabi itu ketika melaksanakan nafkah batin kepada Siti Aisyah, Siti Aisyah mengatakan Nabi menutup kepalanya. Itu saking bahwa dikhawatirkan, setan ketika kita melakukan kewajiban akan ikut manakala kita melakukan dalam keadaan telanjang, manakala kita tidak berdoa. Minimal kita berdoa, ketika kita melepas semua (pakaian) minimal berselimutlah agar kita tidak disamakan dengan keledai.

Itu artinya, sampai sedetil itu pun ajaran agama Islam dijelaskan. Salat juga dijelaskan bagaimana kita baju untuk salat, bagaimana kita mau kondangan, bagaimana kita di rumah, bagaimana kita mau formil, bagaimana kita non formil. Mau melakukan nafkah batin itu ada pakaian untuk itu.

Memang ketika kita dalam keadaan tanpa busana itu setan akan mengikuti ketika kita melakukan nafkah lahir batin suami dan istri. Dianjurkan di sini, pakailah selimut, jangan sampai tidak ada sama sekali baju atau sehelai kain saat melakukan itu.

Karena itu ibadah, disaksikan juga oleh malaikat kan? Kita sehari-hari ini diiringi oleh malaikat. Saat kita melakukan pun malaikat akan melihat. Maka adabnya di situ. Maka dari itu di sini adabnya. kalau kita dua-duanya, tanpa busana suami istri, ada sebagian ulama mengatakan dibolehkan saja. Tapi kalau bisa berselimut dan ada selembar kain itu lebih baik.

Saksikan juga d'Mentor on Location: Main Kripto Ala Joko Crypto

[Gambas:Video 20detik]



(pus/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT