ADVERTISEMENT

Kata Ustaz: Hai Para Suami! Jangan Abai Ada Nafkah Lahir dan Batin untuk Istri

Tim detikcom - detikHot
Selasa, 09 Agu 2022 06:03 WIB
Pendakwah
Ustaz Maulana menjelaskan soal nafkah. Foto: dok. Instagram Ustaz Maulana
Jakarta -

Uang jajan atau nafkah yang diterima para artis dari suami kadang kala buat melongo. Seperti Aurel Hermansyah yang mendapat tiga digit untuk uang jajan dari Atta Halilintar dibedakan dengan uang belanja dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Kata Ustaz mengambil penjelasan dari Ustaz Maulana, nafkah itu ada dua. Nafkah batin dan lahir. Jangan sampai seorang suami terlena hanya memberikan nafkah lahir dan abai pada nafkah batin.

Adapun seorang istri yang ikut bekerja, apakah itu memberi nafkah? Ternyata suami tidak berhak mengatur harta istri.

Berikut penjelasan lengkap Ustaz Maulana yang dilihat dalam Islam Itu Indah:

Begitu luasnya ilmu Islam, menyangkut segala aspek bahkan sampai rumah tangga.

Nafkah itu ada nafkah lahir dan ada nafkah batin. Enaknya di sini karena dibahasnya luar biasa. Nafkah itu besarannya sesuai kesepakatan saja. Ada nafkah nafkah sesuai kemampuan, ada karena sesuai kebutuhan, ada karena kesepakatan.

Jadi besarannya terserah tergantung bagaimana kita bias memberikan. Bisa jadi istri ikut mencari nafkah, tapi tidak memberi nafkah. Semua laki-laki bagaimanapun dia memberi nafkah, apa lagi ada namanya nafkah lahir ada nafkah batin, yang dipakai, yang dimakan, yang disedekahkan kalau ada lebihan.

Nafkah itu ada juga batin. Kadang kala ada orang rajin setor uang, kirim uang, transfer, tapi ada sesuatu yang tak ditransfer. Kasih sayang, perhatian, penghormatan, penghargaan. Wanita itu tidak hanya sekadar diberi nafkah, tapi juga penghargaan.

Makanya istri saya almarhumah jadikan aku partnermu. Jadikan partner, bukan itu jadi budak. Wanita itu tidak diciptakan dari tulang laki-laki untuk diinjak-diinjak atau sebaliknya dari tulang kepala laki-lakinya untuk diinjak-injak laki-lakinya.

Tapi dari tulang rusuk, jadikan partner. Tapi jangan jadikan istrimu tulang punggung untuk mencari nafkah. Kalaupun wanita mencari nafkah, lalu dia memberikan kepada suami itu bukan kewajiban. Dia hanya membantu.

Nafkah itu bisa diberikan kepada diri, kebutuhan diri dulu. Jangan sampai kita memberi, kita memberi, tapi ya....

Makanya Salman Al Farisi mengajarkan kepada kita bentuk pengeluaran luar biasa, perekonomiannya, adalah dibagi tiga, buat dirinya, buat keluarganya, buat untuk modal berikutnya lagi.

Makanya pada diri, untuk istri kita kasih bagiannya. Bahkan yang ikut bergabung sama kita, misalnya akan mendapat anak. Tahun ini bisa jadi ada kebutuhan. Kebutuhan anak akan bertambah sesuai usia.

Rumah tangga yang satu dengan satunya tak akan sama. Bisa jadi ada yang ikut mertua, atau bisa jadi ada orang yang ikut bersama dia, atau berdasarkan kebutuhan wanita. Menariknya, gaya hidup yang membuat nafkah itu besarannya sama. Besarannya naik atau gimana tergantung bagaiman gaya hidupnya. Balik lagi cari keberkahan.

Sebaiknya (istri yang mencari nafkah ingin kasih ke orang tuanya sebaiknya) ngomong (ke suaminya) untuk mencari keridaannya. Tapi kalaupun tidak ngomong itu uangnya sendiri, apalagi cari sendiri.

Buat kesepakatan bahwa penghasilan istri adalah harta istri. memang begitu syariatnya, Tidak boleh suami mengatur harta istri.



Simak Video "Ibunda Chairul Tanjung dalam Kenangan Ustaz Maulana "
[Gambas:Video 20detik]
(pus/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT