ADVERTISEMENT

Kata Ustaz: Istri Prioritaskan Suami atau Ibu?

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 05 Agu 2022 06:00 WIB
Ustaz Syam alami selip lidah sat ceramah
Nasihat Ustaz Syam Elmarusy ketika istri diminta pilih ibu atau suami. Foto: dok. Instagram Ustaz Syam
Jakarta -

Seorang anak perempuan yang sudah menikah, semua bisa dilakukan atas seizin suami. Akan tetapi, tak jarang pilihan dihadapkan untuk seorang istri memilih suami atau ibunya.

Sebagai contoh ada istri yang memilih untuk merawat ibundanya. Akan tetapi, di satu sisi sang suami merasa kurang perhatian dan minta diurus juga. Tentu ini bukan pilihan mudah.

Bisa juga melihat bagaimana influencer Tasyi Athasyia yang mengikuti permintaan suami untuk tidak menghadiri pesta ultah keponakannya, Tasya Farasya karena sebuah alasan yang dianggap bisa merusak hubungan rumah tangganya.

Akan tetapi, Tasyi tetap meminta izin pada ibunya dan Tasya Farasya. Meski sang bunda mengaku ada rasa jengkel. Tasyi tetap memilih mengikuti kata sang suami. Namun Tasyi menegaskan dirinya tetap mencintai dan menyayangi ibu dan saudara kembarnya.

Menyoal hal istri prioritaskan suami atau ibu, Kata Ustaz mengutip nasihat dari Ustaz Syam Elmarusy dalam Islam Itu Indah.

Berikut nasihat lengkap Ustaz Syam Elmarusy:

Jikalau diberikan pilihan, kembali ke dalil surganya seorang istri terletak pada suaminya. Tapi, bukan berarti dia mampu mengabaikan ibundanya.

Maka dalam hal ini, tidak ada pilihan, anak atau ibu, suami atau ibu ini adalah bukan pilihan yang bijak karena semuanya harus kebagian. Masyaallah. Beliau sudah berusaha untuk membagi semua tapi ada yang masih merasa iri, merasa porsinya kurang.

Kalau ditanya siapa yang engkau prioritaskan, jawablah 'Tetap yang aku prioritaskan adalah engkau suamiku.' Suami dulu karena begitu dalilnya. 'Tetap yang aku prioritaskan adalah engkau suamiku. Akan tetapi, saya tidak bisa merupakan seorang ibu yang dahulu melahirkan ku, yang dahulu merawat ku, yang dahulu memberikan ku air susunya tanpa pamrih. Sekarang waktunya aku untuk merawat dan sekarang aku meminta tolong engkau membantu ku untuk merawatnya.'

Sebagaimana engkau melihat anak kita juga membutuhkan ku, kalau aku tua nanti, mungkin saja aku membutuhkan bantuan daripada anakku.

Ini bisa dibicarakan baik. Bisa dimusyawarahkan dengan baik. Bukan sesuatu hal yang berdosa ketika seorang istri meminta pendapat suami, ketika istri diminta kelonggaran waktu untuk ibundanya.

Minta doa kepada Allah, Ya Allah berilah kesabaran kepadaku dan berikan kesabaran semuanya termasuk suamiku.



Simak Video "Dihajar Kasus Penipuan, Jedar: Trauma dan Kapok"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT