ADVERTISEMENT

Kata Ustaz: Orang Belum Mandi Junub Benar Diikuti Setan?

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 29 Jul 2022 06:01 WIB
Habib Muhammad Syahab
Penjelasan Habib Muhammad Syahab tentang mandi junub. Foto: dok. Capture Islam Itu Indah
Jakarta -

Mandi junub diwajibkan untuk mereka yang dalam keadaan junub kembali suci dan bisa beribadah. Benarkah orang yang menunda mandi junub disukai setan?

Ada kalanya orang yang dalam keadaan junub, malas langsung melakukan mandi junub pada malam hari. Kata Ustaz melansir penjelasan dari Habib Muhammad Syahab dalam Islam Itu Indah tentang apa yang harus dilakukan ketika seseorang malas langsung mandi junub.

Berikut penjelasan Habib Muhammad Syahab:

Menunda mandi junub. Tidak ada larangan khusus artinya bagi orang menunda mandi. Ketika dia ingin salat, maka dia wajib untuk mandi junub dan memang hukumnya makruh.

Hadis baginda Nabi Muhammad SAW, Nabi pernah mengatakan ada tiga hal yang memang dijauhkan malaikat pergi dari dia. Tapi, hanya malaikat Rahmat. Malaikat yang bawa keberkahan nggak mau.

Kenapa? Orang yang junub itu, ulama tasawuf mengatakan mengeluarkan bau. Jadi malaikat nggak mau, malaikat pergi.

Jadi di antara yang tidak didekati malaikat, orang junub, lagi junub, belum mandi janaba. Kemudian, orang yang sakron, mabuk-mabukkan, orang yang make wangi-wangian yang memang khusus untuk perempuan dipakai untuk laki-laki. Itu dijauhkan malaikat barokah. Makanya kalau malaikat jauh, yang dekat setan. Malaikat jauh, yang ikuti jin.

Kenapa diikuti? Karena nggak ada malaikat barokahnya. Makanya orang yang belum mandi junub itu lama-lama gelisah, nggak enak, ingin ketemu air, dimakruhkan.

Ada nggak caranya, ketika malam malas untuk mandi. Pertama dia mandi dulu, kepalanya aja yang dibasahi, atau tangan, badan, tapi niat. Kewajiban mandi ada dua, caranya bagaimana? Dia berwudu lalu niat, Nawaitu raf'al-hadatsil-akbari 'an jamii 'il-badani fardhan lillaahi Ta 'aalaa. Tapi kan belum sah, belum meratakan air. Jadi besok bangun pagi, tinggal meratakan air maka hilang makruhnya.

Nabi SAW, beliau itu apabila mau tidur ketika dalam keadaan junub, ketika beliau ingin makan, minum, dalam keadaan junub maka beliau berwudu.

Seorang bertanya pada Aisyah, bagaimana apakah Rasul SAW, beliau mandi sebelum tidur atau tidur dulu baru mandi? Jadi Nabi kadang melakukan mandi dulu sebelum tidur atau tidur dulu sebelum mandi, tapi Nabi berwudu. Maka ulama berpendapat untuk menghilangkan makruhnya, orang yang junub ingin makan, minum, tidur, maka dia berwudu. Maka ketika beliau tidur sudah aman, sudah bersuci tapi belum mandi junub.

Tapi, kapan mandi junubnya? Mandi junubnya ketika ingin salat subuh yang diwajibkan Allah SWT.



Simak Video "Fix! Rihanna Bakal Tampil di Super Bowl Halftime Show 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT