ADVERTISEMENT

Hot Questions

Yuni Shara: Jodoh Itu Hak Prerogatif Tuhan

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Kamis, 14 Jul 2022 20:26 WIB
Jakarta -

Setiap orang memiliki pengertiannya sendiri terhadap perasaan paling absurd di muka bumi, yaitu cinta. Proses mendapatkannya pun beragam, ada yang mencari-cari, ada juga menunggu untuk ditemukan.

Selebriti atau tidak, semua sama di mata Tuhan dan cinta. Mereka diombang-ambingkan perasaan afeksi yang luar biasa menyenangkan tapi kadang menyedihkan itu, karena cinta lebih dari serial drama Korea. Dan, Yuni Shara, termasuk yang ada di dalam pusaran tersebut.

Dua kali menikah, kini menjanda selama 14 tahun terakhir, Yuni Shara berdiri di atas perasaannya sendiri untuk waktu yang cukup lama. Anak-anak dan keluarga memang hadir memberikan cinta, tapi tetap saja berbeda, kan? Bukan seorang pasangan atau tambatan hati atau pelabuhan atau pundak untuk bersandar.

Foto-foto Yuni Shara saat melakukan sesi wawancara dengan tim detikHot.Foto-foto Yuni Shara saat melakukan sesi wawancara dengan tim detikHot. Foto: Grandyos Zafna

Kepada detikHOT, setelah hampir 1,5 jam berbicara, di ujung berakhirnya sesi wawancara, Yuni Shara terbuka mengenai cintanya.

"Cinta-cintaan aku nggak ngerti, aku nggak punya jawaban. Sekarang ini, aku juga dalam posisi nggak mencari. Aku yakin suatu saat akan dipertemukan dan ketemu sendiri. Tapi kemudian apa yang aku mau, teman tua. Temen tua artinya yang paham bahwa kita itu seperti apa, tempat sandaran supaya nggak sendirian. Misalnya, anak-anak sekarang sudah sekolah jauh, mungkin akan datang saatnya mereka sudah nggak minta tolong kita lagi, kita jadi yang ke-2."

"Kita itu selalu ada alibi-alibi saat sudah cinta sama orang. Jadi sebenarnya cinta itu tergantung alibi masing-masing. Aku nggak tahu pasti juga, nggak punya jawaban untuk cinta tuh sebenarnya."

Jodoh pasti bertemu memang dipercaya banyak orang adalah jalan terbaik. Akan tetapi, bukankah sedikit mengusahakan membuatnya jadi sedikit lebih baik?

Foto-foto Yuni Shara saat melakukan sesi wawancara dengan tim detikHot.Foto-foto Yuni Shara saat melakukan sesi wawancara dengan tim detikHot. Foto: Grandyos Zafna

"Jodoh itu hak prerogatif Tuhan. Ada yang ikhtiar, ada yang dapatnya di teman, ada yang dijodohkan, ada yang ketemu sendiri, Witing Tresno Jalaran Soko Kulino. Bisa ditemukan dengan berbagai cara tapi pada akhirnya hak prerogatif Tuhan."

Yuni Shara mengakui, dirinya memang terbilang ribet jika menyinggung soal jodoh. Menurutnya, ketika dia mencari dan menemukannya sendiri, cenderung orang yang tidak tepat. Akan tetapi, jika dibantu oleh para teman dan kerabat, dia sulit untuk suka. Jadi, apa maunya, Mbak Yunet?

"kalau kamu bertanya jodoh iya musti dicariin kalau nggak bodoh, nggak cocok, jadi teman ku capek. Karena susah kalau ngomong itu udah nggak nyambung, kita udah tua, kita pengen punya temen tua, artinya tua itu berarti kan sudah dalam bentuk obrolan ya kan, ngomong yang selaras. Orang bilang, aku banyak dihubungi orang, nggak ada tuh. Temen iya, cowok-cowok ya emang banyak, tapi nggak ada tuh yang iseng-iseng tanya apa."

Foto-foto Yuni Shara saat melakukan sesi wawancara dengan tim detikHot.Foto-foto Yuni Shara saat melakukan sesi wawancara dengan tim detikHot. Foto: Grandyos Zafna

Kedua anak remajanya, Cavin Obient Salomo Siahaan (20) dan Cello Obient Siahaan (18) juga turut mengambil peran dalam perjalanan ibunda. Bukan bermaksud menjadi penghambat, tapi kedua buah hatinya itulah yang sekarang menjadi prioritas Yuni Shara dalam berbagai aspek.

"Anak-anakku juga belum ada yang setuju. Apapun yang aku lakukan, walaupun hal kecil aku nanya mereka lho. Aku sangat menghormati mereka untuk keputusan-keputusan yang aku ambil, utamanya keputusan pribadi. Aku yang setua ini aja pernah backstreet (istilah berhubungan diam-diam tanpa sepengetahuan orang lain) lho pacarannya, orang backstreet dari orangtua, ini dari anak," Yuni Shara mengakhiri wawancara dengan tertawa.

Foto-foto Yuni Shara saat melakukan sesi wawancara dengan tim detikHot.Foto-foto Yuni Shara saat melakukan sesi wawancara dengan tim detikHot. Foto: Grandyos Zafna
(mif/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT