ADVERTISEMENT

Meski COVID-19 Nanti Jadi Endemi, Ade Fitrie Kirana Tetap Ingatkan Hal Ini

Mauludi Rismoyo - detikHot
Kamis, 02 Jun 2022 15:27 WIB
ade fitrie kirana
Meski COVID-19 Nanti Jadi Endemi, Ade Fitrie Kirana Tetap Ingatkan Hal Ini. (Foto: dokumen pribadi)
Jakarta -

Perkembangan Coronavirus Disease (COVID-19) di Indonesia yang semakin terkendali disambut baik oleh sejumlah artis dan tokoh masyarakat. Itu juga yang dirasakan oleh Ade Fitrie Kirana.

Dilansir dari situs Satuan Tugas Penanganan COVID-19, perkembangan penanganan virus tersebut per 30 Mei 2022 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah 287 orang terdiri 278 transmisi lokal dan 9 Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Sehingga angka kumulatifnya terus meningkat melebihi 5,8 juta orang sembuh atau tepatnya 5.895.176 orang (97,4%).

Artis Ade Fitrie Kirana yang juga berkecimpung di dunia sosial lewat Yayasan Perlindungan Perempuan dan Anak (YPPA), menyebut perjuangan tenaga medis, TNI/Polri yang aktif melakukan vaksinasi, dan segenap unsur masyarakat yang patuh dengan protokol kesehatan menunjukkan ketangguhan Indonesia menghadapi pandemi yang luar biasa ini.

Kepada awak media, pemeran Dewi Kembang di Sinetron Raden Kian Santang itu menceritakan pengalamannya saat mendapat suntikan vaksin Pfizer. Ia menyebutkan, pelayanan tenaga medis, khususnya vaksinator sangat baik.

Ade Fitrie Kirana menyebut, vaksin yang sedang diupayakan pemerintah secara gratis kepada masyarakat Indonesia sebagai bagian dari program kekebalan populasi.

"Kekebalan populasi adalah konsep yang digunakan untuk imunisasi, di mana suatu populasi dapat terlindung dari virus tertentu jika suatu ambang cakupan imunisasi tertentu tercapai," ujar Ade.

Meskipun perkembangan penanganan pandemi COVID-19 semakin menunjukkan arah yang positif, Ade Fitrie Kirana meminta agar masyarakat tetap waspada dan selalu disiplin menjaga kebersihan serta kesehatan.

"Alhamdulillah, hari ini kita semua merasakan kerja keras pemerintah dan dukungan masyarakat untuk terbebas dari pandemi panjang ini," kata Ade.

"Meskipun demikian, kita tidak boleh abai terhadap kebersihan dan kesehatan, ya. Jangan sampai, budaya sehat yang sudah kita terapkan selama ini hilang begitu saja karena merasa sudah kebal karena vaksin dan booster," sambungnya.

Ia menambahkan, meskipun nanti pemerintah menetapkan pandemi COVID-19 jadi endemi, tetap jaga kesehatan dan kebersihan adalah wajib dilakukan.

"Tetap memakai masker bila berada di tempat keramaian, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak saat berbicara bukan hal yang sulit kok dilakukan. Jangan egois karena merasa tubuh kita kuat, orang yang Anda sayangi belum tentu tubuhnya sama kebalnya dengan tubuh Anda," ujar Ade.

(mau/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT