GKR Hayu: Laki-laki Kepala Keluarga, tapi Istri Lehernya

ADVERTISEMENT

Hot Questions

GKR Hayu: Laki-laki Kepala Keluarga, tapi Istri Lehernya

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Selasa, 26 Apr 2022 07:08 WIB
Jakarta -

Ada beberapa cerita atau sosok putri yang akrab di telinga dan mata. Putri dari cerita dongeng ala Disney mungkin yang paling populer. Ada juga perempuan bernama Putri dalam lagu hits Jamrud yang masih ramai dinyanyikan sejak 1997 sampai sekarang.


Khusus di Indonesia, cerita putri yang bisa dikatakan paling tersohor berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kesultanan Yogyakarta yang saat ini dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X memiliki lima orang putri, salah satunya bernama Gusti Kanjeng Ratu Hayu (GKR Hayu). Putri raja, juga anak ke-4 dari lima bersaudara yang kini banyak muncul dan mengambil peran sebagai juru bicara Kesultanan Yogyakarta.


GKR Hayu, seorang penikmat anime yang kini bertugas mengepalai Tepas Tandha Yekti di Kraton. Departemen yang bertanggung jawab dalam pengembangan IT dan dokumentasi. Bisa dibilang, departemen yang mungkin paling banyak berkolaborasi dengan teknologi. Dalam Pemerintahan RI, bisa dikatakan layaknya Kemkominfo. Perjalanan pendidikan Sang Putri pun menarik untuk diceritakan lebih jauh. Belasan tahun di luar negeri hingga pulang dengan gelar Pasca Sarjana (S2).

Wawancara detikHOT dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu di Keraton Yogyakarta. -Hot QuestionsWawancara detikHOT dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu di Keraton Yogyakarta. -Hot Questions Foto: Andhika Prasetia


detikHOT tidak ingin mendapatkan cerita yang lebih, rasanya menarik bertamu ke sana. Dilalahnya, beliau setuju. Di bulan Ramadan, detikHOT bertamu ke kediaman GKR Hayu beserta adik-kakaknya dan tentu saja Sri Sultan dan GKR Hemas. Nama area itu Keraton Kilen, yang memang merupakan area rumah tinggal keluarga tersebut.


Sekitar pukul 11.00 WIB, perempuan kelahiran 1983 itu resmi menyapa detikHOT. Pembawaannya kasual, tidak ada mahkota di kepala dan atau ornamen-ornamen lainnya. Bersalaman, duduk, pertanyaan pertama disampaikan. Apa benar hidup Gusti layaknya Putri Disney?


"Tergantung sih, cerita Disney itu biasanya perjalanan hidupnya berhenti ketika dia menikah dengan pangerannya. Jarang sekali disorot sebuah tugas princess-nya. Padahal, kalau naik tahta they have to run the country. Jadi, kalau dibilang seakan Disney Princess, ya dari sisi mana? Karena kita kan punya tugas dan tanggung jawab. Di Keraton punya struktur organisasi, kayak tahta pemerintahan sendiri gitu di dalam institusi Keratonnya. Kalau di luar kita patuh terhadap regulasi Indonesia, kalau di dalam kami monarki."

Wawancara detikHOT dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu di Keraton Yogyakarta. -Hot QuestionsWawancara detikHOT dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu di Keraton Yogyakarta. -Hot Questions Foto: Andhika Prasetia


"Saya di Keraton TUPOKSI-nya (Tugas, pokok dan fungsi) seperti Kemkominfo dengan skala Kraton. Divisi ini dibentuk mulai 2012, bertugas dokumentasi dan IT. Jadi aku, adikku dan suamiku itu, mulai 2019 setiap tahun mengadakan pameran dan simposium. Dulu manuskrip, terus 2020 itu berdasarkan tekstil, ada batik dan segala macem. Tahun ini bertemakan kontribusi Keraton untuk Nusantara dan Indonesia. Cuma karena masih baru ya sambil trial and error. Ini untuk memperingati Ngarso Dalem (Sri Sultan X) naik tahta pada tanggal 7 Maret. Kraton sendiri punya 'Sultan Ground', punya aset, budaya tangible dan intangible, itu yang coba kami kemas untuk memastikan informasi ini generasi mudanya ngerti."


"Terus kan kita ada upacara tahunan rutin, upacaranya memang upacara keraton. Kalau dulu kita masih kecil-kecil tinggal bawa badan saja, kalau sekarang kan kita yang menyelenggarakan. Misalnya, kita harus bikin apem (kue, gunungan). Itu 1 apem beratnya bisa 2 kg mungkin ada kali, kita bikin 600 buah. Dari jam 9 pagi sampai 6 sore. Oh iya Abdi Dalam-nya banyak tapi nggak bisa karena harus istri dan keturunan yang menyiapkan sendiri. Biasanya, besok sudah pakai koyo semua."


Cerita pembukaan itu memang tidak terdengar seperti para putri di kerajaan dongeng. Bahkan di luar itu, GKR Hayu masih harus bekerja sebagai Ketua Karang Taruna DIY dan kesibukan sebagai humas di Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka DIY. Mewakili kakak dan adiknya, kesibukan mereka bisa dikatakan tidak berbeda jauh.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT