ADVERTISEMENT

Jelang Kebebasan Angelina Sondakh, Ayahanda Ungkap 3 Kekecewaan

Tim detikcom - detikHot
Rabu, 02 Mar 2022 09:45 WIB
Angelina Sondakh memberikan kesaksiannya dalam sidang di PN Tipikor, Jakarta. Begini penampilan mantan putri Indonesia itu bersaksi untuk Choel Mallarangeng.
Ayahanda ungkap 3 kekecewaan kepada Angelina Sondakh meski tetap menyayangi dan mengasihi. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Angelina Sondakh disebut akan bebas dari penjara sekitar Maret atau April 2022. Jelang kebebasannya, Angelina Sondakh meminta sang ayah, Lucky Sondakh, mengungkapkan kekecewaannya meski sampai saat ini tetap menjadi orang yang mendukung dan menguatkan dirinya.

Lucky Sondakh mengungkapkan meski ada kekecewaan yang dia rasakan, sebagai ayah dia tetap menyayangi dan mengasihi Angelina Sondakh. 10 tahun menanti Angelina Sondakh keluar dari penjara sebentar lagi akan terwujud.

Dilansir dari channel YouTube Mudji Massaid, Keema Entertainment, Lucky Sondakh mengungkapkan 3 kekecewaannya terhadap Angelina Sondakh.

"Ada 3 kekecewaan, pertama kekecewaan karena nasihat-nasihat politik saya kepada dia, dia tidak gubris. Nasihat saya ke dia itu, 'Angie be careful. Masuk politik itu bukan hanya seperti domba di tengah serigala, tapi domba di tengah-tengah serigala berbulu domba,'" buka Lucky Sondakh dilihat pada Rabu (2/3/2022).

"Kemudian akhirnya dia menghadapi petaka karena kasus Hambalang Wisma Atlet. 'Benar kan Papa bilang? Benar apa salah?' (Angie bilang) 'Iya Pa.' Sebetulnya saya kecewa dengan kamu. Tapi saya nggak bisa untuk memarahi kamu. Kamu tetap adalah anak yang kami kasihi," tuturnya.

Ketika Angelina Sondakh terjerat kasus korupsi, Lucky Sondakh mengaku dapat banyak dicemooh. Sebagai akademisi, Lucky Sondakh disebut gagal mendidik anak sendiri.

Ayah Angelina SondakhAyah Angelina Sondakh kecewa tapi tetap menyayangi Angelina Sondakh. Foto: dok. Capture Keema Entertainment

"Waktu dia terjerembab sebagai politisi karena kasus korupsi, saya dicemooh kawan-kawan saya, akademisi, rekan-rekan saya di Manado. 'Loh gimana sih katanya akademisi hebat. Katanya guru, katanya pendidik, katanya rektor, katanya dekan. Anda meluluskan orang lain. Orang lain banyak kamu didik, tapi kok anak kamu gagal.' Gagal kenapa karena dia tidak memelihara integritasnya," jelas Lucky Sondakh.

Kekecewaan kedua yang Lucky Sondakh rasakan adalah ketika Angelina Sondakh memilih jadi mualaf. Lucky Sondakh meminta maaf mengungkapkan ini, tapi menegaskan bukan berarti dia membenci.

"Kekecewaan kedua karena dia jadi mualaf. Maaf ya. Tentu orang tua menginginkan anaknya. Jangan disalahkan saya ya, bukan saya benci ya, tapi pahamilah. Saya dongkol dong, dongkol karena kamu ini stabil, orang-orang minta nasihat ke saya, konsultasi ke saya untuk langkah-langkah politiknya, saya memberikan advice-advice moral dalam bidang politik. Kok kamu lebih dengar orang lain serigala berbulu domba. Papa kecewa," ungkapnya.

"Waktu dia jadi mualaf saya dicemooh oleh saudara-saudara saya karena Papa saya pendeta dan saya memimpin gereja 16 tahun dan menjadi tokoh petinggi. Jadi wajar dong kalau mereka marah ke saya," lanjutnya.

Banyak dari saudara-saudara Angelina Sondakh di Manado meminta Lucky Sondakh untuk mengucilkan ibu satu anak itu. Akan tetapi, hal itu tak dilakukan Lucky Sondakh.

"Kekecewaan ketiga saat dia mendapat putusan kurang fair. Saya kira Angie, ya dia bukan dewa. Terima saja itu sebagai politik. Publik tiga kekecewaan ini membuat saya berpikir apakah saya harus kucilkan Angie atau gimana?" kata Lucky Sondakh.

Lucky Sondakh mencari jawaban tersebut. Sampai akhirnya dia mendapat jawaban Tuhan saja maha pemaaf. Apalagi ini adalah buah cintanya sendiri.

"Saya berkontemplasi, perenungan yang dalam saya datang ke saudara-saudara saya. Kita saja mengampuni musuh-musuh kita, kenapa kita tak mengampuni anak kita sendiri. Saya beritahu mereka tidak ada yang bisa memisahkan mereka dari kasih terhadap anak kita. Apa pun yang terjadi dengan dia, dia adalah anak saya yang saya cintai," tukas Lucky Sondakh, ayah Angelina Sondakh.

Saksikan juga: Pemilu Ditunda, Kebutuhan Atau Hasrat Kekuasaan?

[Gambas:Video 20detik]




(pus/dal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT