ADVERTISEMENT

Tika eks T2 Ingin Ekomomi Kreatif Bangkit Ciptakan Pekerjaan

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Minggu, 06 Feb 2022 13:20 WIB
Tika T2 hingga Sandiaga Uno
Tika Ramlan tengah sibuk berorganisasi. Foto: Istimewa
Jakarta -

Lama tak terdengar namanya Tika Ramlan atau Tika eks T2 sibuk berorganiasi. Rupanya kegiatan yang Tika lakukan adalah ingin ekonomi kreatif lebih dihargai lewat Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf).

Tika juga menyebut ekonomi kreatif di Indonesia sangat besar perannya dalam perekonomian Indonesia. Sehingga hal itu perlu ditunjang secara serius.

"Di tiga tahunnya Gekraf ini sebenarnya fungsi kita kita pengen kaya yang didalam sudah disampaikan bang Sandi (Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) ya kita pengin pelaku ekonomi kreatif ini lebih dilihat lebih dihargai. Karena menurut survei ternyata pelaku ekonomi kreatif itu salah satu bidang yang banyak banyak menyumbang devisa negara," kata Tika Ramlan selalu Wakil Ketua Umum di Hut GEKRAF, Gedung Kesenian Jakarta, Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

"Jadi kita visinya pengin banyak kegiatan yang bisa menunjang para pelaku ekonomi kreatif," tambahnya.

Di sisi lain, Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekomomi Kreatif RI mengatakan GEKRAF diharapkan mampu menciptakan 100.000 lapangan kerja baru di bidang ekonomi kreatif. Hal itu juga sesuai permintaan dan kebutuhan masyarakat.

"Dapat menciptakan upah 100.000 lapangan kerja baru dan menjadi kontributor kebangkitan ekonomi. Momentum yang sekarang kita sedang alami di tahun 2022. Harapannya tahun ini adalah tahun akselerasi pemulihan kita pasca pandemi dan Gekraf bisa jadi mitra yang sejajar untuk mewujudkan. Progam progam yang tepat sasaran tepat waktu dan menjawab kebutuhan masyarakat haruslah kita hadirkan," kata Sandiaga Uno.

Menurut Kawendra Ketua Umum Gekraf, menyebut di tahun ketiga ini, GEKRAF makin optimis ekomomi kreatif di bidang kriya, kuliner, musik, dan fashion mampu bertahan di era pandemi, yang menuntut pelaku ekonomi kreatif makin berinovasi.

Hal itu lewat kolaborasi antara pusat dan cabang yang berada di daerah.

"Ketika kolaborasi ini terjadi maksudnya gini menggerakkan ekonomi dalam kapasitas kolaborasi itu dan kita pastikan bahwa salah satu yang membuat kita optimis adalah ekonomi kreatif ini justru kita lihat bertahan di tengah pandemi. Artinya di mana kita bisa berpikir lebih out of the box dengan berbagai potensi yang ada, baik di tingkat provinsi cabang kita bisa lewati ini semua," kata Kawendra.

Kawendra juga mengatakan bahwa progam ke depannya juga ada peluncuran 100 titik kreatif hingga buku literasi hingga membawa delegasi fashion ke ajang Paris Fashion Show.

"Mudah-mudahan dengan program yang kita luncurkan ada 100 titik kreatif, ada buku literasi kreatif, dan juga nanti maret kita bawa delegasi Indonesia ke ajang Paris Fashion Show. Di sana kita juga membuka kantor selama satu bulan. itu bentuk bahwa ekonomi kreatif bisa beradaptasi dan bertahan di tengah pandemi," lanjutnya.

Sementara itu, menurut Sonya Laoh Mendes KaBid Media Relation GEKRAT dan juga CEO SRN Entertainment menyebut saat ini pihaknya sudah membangun ekosistem dalam industri kreatif dengan menggandeng swasta. Contohnya di bidang musik juga perfilman yang diharapkan menjadi ekosistem yang sehat sehingga mampu menghasilkan lapangan pekerjaan.

"Saya lebih ke kolaborasi dengan pihak swasta supaya semuanya diperkuat dengan dukungan pemerintah jadi kita penyedia lahannya. Dan sebagai kita menciptakan ekosistem yang sehat ya untuk musik sendiri, film sendiri, fashion sendiri semuanya bisa saling berkesinambungan bisa berkolaborasi dengan baik," imbuh Sonya.

"Dan menciptakan lapangan kerja yang baru tentunya yang paling utama ya untuk para pelaku ekonomi kreatif itu sendiri, semoga kita dapat menciptakan suasana yang lebih harmonis lagi, kerjasama yang baik dengan para pelaku ekonomi kreatif," pungkas Sonya.



Simak Video "Pihak Steffanus Bakal Polisikan Balik Jessica Iskandar Jika...."
[Gambas:Video 20detik]
(fbr/tia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT