James Franco Ngaku Tiduri Muridnya dan Kecanduan Seks

Asep Syaifullah - detikHot
Kamis, 23 Des 2021 12:20 WIB
BEVERLY HILLS, CA - JANUARY 07:  James Franco attends The 75th Annual Golden Globe Awards at The Beverly Hilton Hotel on January 7, 2018 in Beverly Hills, California.  (Photo by Frederick M. Brown/Getty Images)
James Franco di acara Golden Globe ke-75. Frederick M. Brown/Getty Images
Jakarta -

Aktor James Franco sempat dituding melakukan pelecehan seksual termasuk tidur dengan murid di kelas akting yang didirikannya.

Lama bungkam, akhirnya sang aktor buka suara terkait hal tersebut. Ia pun tak membantahnya kembali seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya, bahkan ia sadar yang dilakukannya itu salah.

Pernyataan itu dibuatnya dalam sebuah acara podcast baru-baru ini. James Franco menceritakan bahwa dirinya sama sekali tak berniat untuk membuat sekolah akting agar bisa menggaet gadis-gadis muda dan kencan dengan mereka.

"Pada saat itu pikiranku benar-benar kacau," ungkapnya.

Tak hanya itu saja, James Franco terang-terangan mengaku dirinya kecanduan seks setelah lepas dari kecanduan alkohol yang dia derita sejak usia muda.

"Itu seperti obat yang sangat kuat. Aku terjebak di dalamnya selama hampir 20 tahun. Hal yang tersembunyi dari kejadian itu adalah aku menjadi tetap bersih dari alkohol selama itu," ujar James Franco.

Sebelumnya diberitakan James Franco harus merogoh koceknya dalam-dalam untuk menyelesaikan kasus pelecehan seksual yang dilaporkan atas dirinya. Ia bahkan disebut mengeluarkan uang hingga USD 2,2 juta atau senilai Rp 32 miliar untuk kasus yang dilaporkan oleh dua orang wanita yang menjadi murid di sekolah akting miliknya itu.

Dilansir dari LA Times disebutkan uang tersebut dipergunakan untuk dua kebutuhan antara lain, USD 894 ribu untuk menyelesaikan masalah eksploitasi seksual yang dilaporkan dan USD 1,34 juta dibayarkan untuk masalah pelaporan atas kasus tudingan penipuan.

Dua gadis tersebut adalah Sarah Tither-Kaplan dan Toni Gaal. Mereka sepakat untuk tak lagi memperpanjang dan mempermasalahkan laporan terhadap James Franco.

Mereka pun disebut-sebut mendapatkan uang dengan rincian Sarah berhak mendapatkan USD 670 ribu dipotong USD 223 ribu yang diberikan untuk pengacaranya. Sementara Toni menerima USD 223 ribu dipotong USD 74 ribu untuk pengacaranya.

Sarah merupakan salah satu dari lima wanita yang melaporkan James Franco atas tindakan pelecehan seksual pada 2018 lalu dan juga sekolah akting miliknya yang disebut membawa dampak buruk bagi murid-muridnya.

"Aku merasa di sana ada penyalahgunaan kekuatan, serta ada budaya di mana mereka akan mengeksploitasi wanita yang belum terkenal serta wanita-wanita itu mudah digantikan atau dikeluarkan," ungkapnya pada Times kala itu.



Simak Video "Tak Cuma Minta Foto, Pelaku Pelecehan Via Game Online Ajak Korbannya VCS"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/aay)