ADVERTISEMENT

Kata Ustaz: Nasihat Pembagian Warisan, Hati-hati Kalau Masih Ada Anak Kecil

Tim detikcom - detikHot
Selasa, 21 Des 2021 06:00 WIB
Buya Yahya menjelaskan hukum orang Islam masuk gereja
Buya Yahya beri penjelasan bagaimana seharusnya pembagian waris untuk anak yang orang tuanya meninggal Foto: dok. Channel YouTube Al-Bahjah TV

Kemudian yang perlu diperhatikan kalau anak itu masih kecil, pembagian tak boleh seenaknya. Dari semua peninggalan orang tua semua ada pembagiannya dan ingat, bagian anak paling besar karena anak laki-laki.

Jadi makanya jangan seenaknya baju diambil, nggak bisa. Bajunya ustaz, baju ustazah yang meninggal dunia itu adalah warisan sang anak. Sampai anak itu dewasa baru dimintai. Adapun perempuan itu punya ayah, ayah mewarisi. Tapi ingat nggak boleh barang selain dibagi, ini diobral ke sana, ke mari, haram. Maka harus lebih hati-hati.

Kalau kasus begini ada perempuan meninggal dunia begini, kemudian meninggalkan anak yatim, kalau masih ada bapaknya (si orang yang meninggal) ribut soal warisan, ini keterlaluan ini manusia, nggak mikir anak kecilnya?

Mungkin ada bapak, sudahlah ini cucu saya bagian saya juga tidak banyak-banyak benar, kecuali dia punya hajat besar, dijaga itu harta. Seperti itu. Ini (penjelasan) untuk siapapun kalau ada di dalam pembagian hak waris, masih ada anak kecil, hati-hati jangan main-main. Pembagian waris sesuai syariat setelah dibagi untuk yang dewasa oke, tapi setelah anak kecil harus dijaga.

Nggak boleh baju ibunya (yang sudah almarhum), gelang, nggak boleh diambil. Seandainya diizinkan oleh anak itu, ingat, izin anak kecil ndak dianggap. Haram kita ambil hartanya.

Misalnya, 'Anak soleh ini bajunya Umi mau dipajang, dimasukan museum,' nggak boleh minta izin ke anak kecil, nggak boleh. Anak kecil, anak kyai, 'Ini baju Abah, baju kenangan.' Bisa izinin kalau sudah dewasa nanti. Itu kan miliknya dia, mau dibagikan ke siapa saja boleh.

Nasihat dalam pembagian waris, hati-hati khususnya masih ada anak kecil, anak yatim. Jangan biasa ribut urusan waris. Kalau meributkan urusan waris memang ada iblis di hatinya. Waris dibagi dengan kelembutan. Harta waris memang panas bagi hati yang kotor. Kalau orang hatinya saling mencintai nggak ada harta waris panas, karena itu harta berkah, harta jerih payah orang tua.Indahnya pembagian waris.

Kalau ingin lihat ahli neraka yang berjalan di atas pemilihan orang yang merebut waris, bukan hanya meributkan ahli waris, tapi memutus tali persaudaraan. Kejam dia, hati-hati ya.

Urusan waris itu luas, pastikan indah, pastikan Anda tersenyum, pastikan Anda tidak mengangkat suara, dan Anda tidak mengambil harta saudara Anda. Pastikan seperti itu Anda ahli surga.



Simak Video "Kecuali Opet, Semua Personel Pernah Keluar dari Tiket"
[Gambas:Video 20detik]

(pus/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT