ADVERTISEMENT

Eksklusif

Cerita Lengkap Awal Mula Nirina Zubir Vs Mafia Tanah

Muhammad Ahsan - detikHot
Sabtu, 20 Nov 2021 09:35 WIB
Nirina Zubir jumpa pers soal mafia tanah.
Nirina Zubir korban mafia tanah Foto: Palevi/detikcom
Jakarta -

Keluarga besar Nirina Zubir menjadi korban mafia tanah dengan total kerugian Rp 17 miliar. Dia bersama sang kakak, Fadhlan Karim menceritakan awal mula kecurigaan hingga terungkapnya kasus mafia tanah. Begini kronologinya.

Semua bermula pada tahun 2017, ketika ibu dan ayah Nirina pergi ke Shanghai, China, untuk jalan-jalan sambil menemui Fadhlan yang tengah bertugas di sana.

"Saya tahun 2017 itu kan tugas di shanghai. saya tinggal di sana. Waktu 2017 itu ibu masih sehat untuk jalan-jalan," kenang Fadhlan saat melakukan wawancara eksklusif kepada Detikcom di kawasan Antasari, Jakarta, Selatan, Kamis (18/11/2021).

"Ia dan bapak saya mengunjungi saya di Shanghai. Ketika lagi asyik duduk setelah makan malam, saya tanya. Mama kan udah tua, mama properti juga banyak, itu surat-surat penting apa disimpan baik-baik?" tanya Fadhlan kepada almarhumah terkait surat-surat penting tersebut.

"Kalau mama nggak bisa nyimpen lagi, kan mama udah mulai pikun nih, pilihlah salah satu anaknya. Kalau mau kasih ke aku boleh, kasih ke uni boleh, ke Na boleh," sambung Fadhlan.

"Hilang, semua hilang," jawab singkat sang ibu.

Nirina Zubir saat ditemui di Polda Metro Jaya.Nirina Zubir saat ditemui di Polda Metro Jaya. Foto: Pool/Palevi S/detikFoto

"Apanya yang hilang?" Fadhlan terkejut mendengar pernyataan tersebut.

Namun, almarhumah ibu langsung memotong pembicaraan sambil menenangkan bahwa surat-surat tersebut sudah diurus oleh sang ART, Riri Khasmita.

"Udah-udah mama tambah pusing kalau kamu tanya macem-macem. Sudah ada yang ngurus. Riri yang ngurus," ungkap almarhumah ibu.

Lalu, cerita berlanjut pada tahun 2019 saat sang ibu meninggal.

"Setelah dikuburkan, kami ingin cari tahu apakah mama ada hutang atau bagaimana untuk dipertanggungjawabkan," tutur Fadhlan.

"Saya panggil Riri ini. Kita tanya, mama kami ada hutang tidak. Karena beberapa bulan ini kamu yang paling dekat sama mama kami. tenang nggak ada hutang. Seingat aku mama lagi ngurus surat tanah yang hilang," kata Fadhlan.

Riri menjawab dengan tenang dan menjanjikan keluarga Nirina untuk bertemu dengan pengacara terkait surat wasiat.

"Oh tenang bang sedang aku urus. Sudah di BPN sekarang dan mama juga sudah ninggalin surat wasiat kok sama lawyer," ujar Riri kepada Fadhlan.

Karena urusan pekerjaan masing-masing, pertemuan dengan lawyer tersebut urung terjadi.

Nirina Zubir Bertemu dengan ART RiriNirina Zubir Bertemu dengan ART Riri Foto: Palevi/detikcom

"Saya pulang ke Bali. Karena masih ada urusan kerjaan. lupalah ada janji lagi diurus itu. Sampai covid-19 melanda ke Bali, saya tidak bekerja lagi," papar Fadhlan.

"Terus kakak saya yg laki-laki bilang, eh itu urursan tanah mama apa kabar ya? Kok tanya ke aku? udah daripada kamu di Bali mending balik deh urusin," sambung Fadhlan.

Kemudian, kakak Fadhlan dan Nirina mencoba menelpon Riri. Lalu Riri masih berasalan jika surat tersebut masih diurus dan menjanjikan akan mempertemukan mereka dengan notaris.

Pada awalnya, semua bingung yang awalnya dijanjikan bertemu dengan lawyer, sekarang dengan notaris. Namun, semuanya masih berpikir positif karena notaris masih ada hubungannya dengan tanah dan lebih masuk akal ketimbang bertemu dengan lawyer.

Selanjutnya, Fadhlan dan sang kakak dipertemukan oleh Riri dengan notaris yang berada di wilayah Tangerang, yaitu dengan Faridah.

"Di situlah kita ketemu dengan Farida, ia menjelaskan cerita yangs duah mereka karang. Kayak bilang, iya mama kamu bikin surat kuasa untuk penjualan propertinya, lagi diurus," tutur Fadhlan.

Sontak, Fadhlan dan sang kakak terheran-heran dengan properti yang sedang diurus beserta dengan adanya surat kuasa.

"Ini ada surat kuasanya. Nanti kita kasih lihat ke kalian," kata Faridah.

Melihat pada surat kuasa terdapat nama Cito, Fadhlan dan sang kakak berinisiatif menemuinya dan membahas terkait surat kuasa tersebut.

Nirina Zubir jumpa pers soal mafia tanah.Nirina Zubir jumpa pers soal mafia tanah. Foto: Palevi/detikcom

"Cito ini orang figuran yang dibuat sama Riri dan Farida ini. Kita dipertemukan ya, disitulah kami dibilang sama mereka," jelas Fadhlan terkait identitas Cito.

"Mama kamu memberikan surat kuasa penuh untuk mengurus sertifikat yang hilang. Membalik namakan ke nama mama kamu dan menjualnya," kenang Fadhlan terkait ucapan Cito.

"Orang yang dikasih kuasa itu saya. Jadi udah ketemu lah angka, lupa kalau nggak salah 12 M. Setengahnya sudah kita kasih ke mama kamu," sambungnya.

Setelahnya, Fadhlan memastikan hal tersebut kepada adiknya terkait jumlah rekening maupun simpanan barang almarhumah. Namun hal tersebut ternyata nihil.

Akhirnya, Fadhlan meminta bukti transaksi tersebut dan sangat terkejut saat hanya diberikan kuitansi sebagai bukti.

"Saya pikir saya akan dikasih bukti transfer bank. Ternyata oh ada bukti kwitansi. Saya bilang, kwitansi? Pak ini ada 1 kwitansi, bapak bilang transfer ke mamanya Rp 2 M cash. Bapak mikir aja. Rp 1 M udah koper kecil gini, Rp 2 M itu 2 koper kecil. Nggak mungkin mama saya naik kereta ya, naik kereta dari Tangerang," kata Fadhlan.

"Terus ada saksi nggak? Nggak ada. Ya mana mungkin ibu saya naik taksi aja takut. Naik taksi takut diapa-apain apalagi megang Rp 2 M di tangan? Sendiri tanpa keluarga?" timpal Nirina.

Nirina Zubir jumpa pers soal mafia tanah.Nirina Zubir jumpa pers soal mafia tanah. Foto: Palevi/detikcom

Mulai dari situ, keluarga Nirina mulai curiga karena bukti yang dilampirkan hanya fotokopi, bukan tanda bukti yang asli. Ternyata, dalam bukti tersebut tanda tangan almarhumah terlihat sangat mirip satu sama lain.

"Terus saya memperhatikan tanda tangannya. Saya langsung bilang ke kakak yang lain. Itu palsu tandatangannya. Karena sebagai anak tahu lah ya tanda tangan orang tua sendiri. Saya tahu kan lalu saya ngeliatin, saya cek lagi dengan surat kuasa yang diberikan itu. Exactly the same," ungkap Fadhlan.

"Dari situ kami sudah mulai curiga, oke meeting selanjutnya saya mau kalian bawa bukti otentik, ini kan fotokopian semua. Kita adakan meeting lagi. ketika meeting lagi kami sudah membawa lawyer," sambungnya.

"Di situ dia mulai takut. di bulan September ke Oktober. Dari situ dia mulai ketar-ketir, akhirnya, orang-orang figuran namanya Cito itu, awalnya mau masang badan itu, setelah kita cecar terus, dia mulai jadi whistleblower ke kita," ujar Fadhlan.

Nirina Zubir korban mafia tanahNirina Zubir korban mafia tanah Foto: Nirina Zubir (Yogi Ernes/detikcom)

Fadhlan juga menuturkan kecacatan-kecacatan yang ada pada dokumen yang membuat Cito merasa takut jika kedoknya terbongkar.

"Waktu itu kita perhatiin. Sebelumnya saya kan udah pernah mengurus dokumen ke BPN kan? Di BPN selalu ada barcode nya kan. Ketika kami tanya lagi, pak inibener dokumennya. Dia ngotot, bapak kalo nggak percaya, ke BPN aja besok cari orang ini. Cari aja," tutur Fadhlan.

Karena persoalan yang semakin tegang dan serius, akhirnya Cito menyerah dan mulai memihak kepada keluarga Nirina.

"Udah udah capek saya, kita lupakan yang tadi itu. Dokumen yang saya kasih itu lupakan saja. Kita mulai babak baru," ungkap Cito kepada Fadhlan.

Cito pun mengungkapkan siapa dalang di balik kasus pemalsuan surat-surat yang menyangkut almarhumah ibu.

"Saya itu orang figuran, pelaku utamanya adalah Riri dan Faridah," ungkap Cito.

"Jadi dia mulai. Kita nanya dong, lho bapak kok tiba-tiba kenapa sekarang memihak ke kami? Alasan dia adalah setelah bertemu beberapa kali ke kalian, batin saya mengatakan kalau kalian dari keluarga baik-baik," kata Fadhlan terkait alasan Cito memihak keluarga Nirina.

"Dan kelihatannya kami tidak bisa menipu. Maksudnya begitu. Kaya melihat profile kalian. Karena kita cecer ya salah satunya yaitu isi surat BPN. Kok nggak ada barcode-nya? Ibaratnya mungkin mereka pikir cukup bikin surat abal-abal kita akan percaya. Dari situlah mulai," jelas Nirina.

Berpihaknya Cito kepada keluarga Nirina menjadi titik terang terbongkarnya kasus mafia tanah ini. Penyelidikan akhirnya berlanjut dan berkembang hingga terungkap sampai seperti sekarang.

"Dialah poin awal kenapa kita bisa ngebongkar semua itu. Dari bulan Oktober 2020 itu teruslah kita melakukan penyelidikan sampai akhirnya berkembang sampai seperti ini. Jadi itu kronologinya," kata Fadhlan.

Simak Video: Nirina Zubir Ungkap Jurus Mulus ART Mafia Tanah

[Gambas:Video 20detik]




(nu2/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT