Rudy Salim dan Predikat Crazy Rich Pertama di Indonesia

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Jumat, 12 Nov 2021 08:59 WIB
Jakarta -

Hari ini, istilah 'Crazy Rich' sudah sangat populer, sejumlah nama pengusaha atau tokoh, mendapatkan predikat yang rasanya sangat bergengsi itu. Termasuk di antara nama-nama tersebut, ada nama pengusaha muda yang wajahnya ramai wara-wiri di berbagai media sosial, Rudy Salim.

Tidak perlu dijelaskan lagi bagaimana kiprah pengusaha kelahiran April 1987 itu. Jaringan bisnisnya dimulai dari otomotif melalui merek Prestige (Production House, Motorcars, Aviasi), F&B lewat Restoran Wolfgang Steakhouse, Microfinance, Perusahaan Teknologi (IT), hingga ritel. Bersama salah satu selebriti paling tersohor, Raffi Ahmad, Rudy Salim juga menancapkan bisnis di lini olahraga (klub sepakbola dan basket), area sportainment dan yang terbaru, usaha konservasi hewan lewat kebun binatang.

CEO Prestige Motorcars Rudy SalimCEO Prestige Motorcars Rudy Salim Foto: CEO Prestige Motorcars Rudy Salim (detik20)

Lantas, apakah memang benar Rudy Salim adalah seorang yang benar-benar kaya alias crazy rich? Di sebuah siang di showroom Prestige Image Motorcars, Kawasan Pluit, Jakarta Utara, pengusaha 34 tahun itu berbagi ceritanya kepada detikHOT.

"Malu saya, yang lebih crazy rich dari saya lebih banyak lagi. Pada ngetawain saya nanti, apalagi yang namanya mirip," ujarnya sambil tertawa. "Kalau mau ngomongin crazy rich, banyak yang lebih kaya secara material. Saya cuma pengusaha biasa," sambungnya lagi.

Rudy menjelaskan, sebetulnya, muasal predikat crazy rich itu menempel pada namanya adalah karena tingkah sahabat sekaligus rekan bisnisnya, Raffi Ahmad.

"Predikat itu, pertama mulai menempel di saya karena Raffi. Sejak saat itu, Indonesia mulai mengenal dan pakai istilah itu. Awalnya itu Raffi, dia bikin konten dengan judul 'Crazy Rich Pluit'. Di situ viral, padahal itu hanya sejenis click bait," jelasnya santai.

Sepanjang wawancara, Rudy Salim selalu menanggapi dengan santai topik-topik seputar kekayaan tersebut. Kepada detikHOT, Rudy justru bercerita, bagaimana orang-orang dengan predikat crazy rich jika datang ke showroom mobil mewahnya. "Ada orang-orang yang sekali beli 5 mobil. Ada juga orang yang tiap bulan beli mobil terus. Kalau saya nggak di situ, lifestyle saya biasa aja, kalau cocok, suka, mampu, ya beli. Tapi, jangan karena peer pressure, karena sekadar gengsi, terus jadi ikut-ikutan."

"Kalau mau ngomogin crazy rich, itu tuh owner chain hotel di SCBD (Jakarta). Terus, yang punya jaringan vila mewah di Bali. Itu baru crazy rich yang saya kenal."

CEO Prestige Motorcars Rudy SalimCEO Prestige Motorcars Rudy Salim Foto: CEO Prestige Motorcars Rudy Salim (detik20)

Anugerah dan Kutukan Rudy Salim


Menjadi orang yang kekurangan secara ekonomi, bukan hal yang menyenangkan. Akan tetapi, memiliki kekayaan yang melimpah, juga tidak semudah yang dibayangkan. Selalu ada beban dan tanggung jawab di kedua sisi tersebut.

Rudy Salim, yang sukses sebagai pengusaha muda bergelimang harta, bicara kepada detikHOT terkait gift and curse menjadi dirinya. Bahwa, sebagai Rudy Salim, tidak hanya kesenangan dan anugerah yang dia dapatkan, tapi juga hal-hal lain yang bikin mengernyitkan dahi.

"Blessing-nya itu jadi punya the ease of doing business, atau kemudahan dalam berbisnis. Karena orang-orang kenal saya, jadi satu kemudahan bagi saya untuk berbisnis dengan siapapun," ujarnya.

"Kalau bagian nggak enaknya atau curse, banyak orang yang mau mencoba berbisnis dengan hal-hal buruk, ada penipuan juga. Terus yang membuat saya kaget sekaligus sedih itu juga banyak sekali yang minta-minta (uang). Mereka DM (Direct Message) di Instagram, ada yang email. Kok jadi bagini mentalnya," ungkap Rudy kecewa.

Kekecewaan pemilik klub bola RANS Cilegon FC itu bukan tanpa solusi. Sudah sejak lama dirinya juga menjalankan usaha microfinance atau pembiayaan kepada usaha-usaha kecil atau UMKM.

"Padahal, mungkin, kalau mereka bikin proposal bisnis, mau buka warung gitu, lebih baik. Saya juga sekarang sedang menyiapkan aplikasi crowdfunding untuk pembiayaan bibit baru pengusaha Indonesia. Mereka butuh investasi dan siapapun bisa menjadi investor membantu di situ," tuturnya.

Menanggapi lagi anggapan-anggapan orang atas kekayaan dan predikat crazy rich yang disematkan kepadanya, pengusaha 34 tahun itu lebih banyak menjawab dengan bercanda.

"Saya tuh nyantai, orangnya ngelucu-ngelawak aja. Nyetir supercar sendiri aja cuma kalau lagi ada acara komunitas, karena capek. Padahal orang katanya, saya ke mana-mana naik supercar. Orang saya tiap pagi masih buka koran, ngebuletin lowongan kerja," tutupnya sembari tertawa.

(mif/nu2)