ADVERTISEMENT

Pelapor Anak Nia Daniaty Serahkan Video Anies Baswedan Sebagai Bukti

Hanif Hawari - detikHot
Kamis, 11 Nov 2021 09:42 WIB
Jakarta -

Pelapor Olivia Nathania menyerahkan bukti baru kepada pihak kepolisian. Mereka memberikan video Anies Baswedan yang dicatut untuk melakukan tes CPNS bodong yang diadakan anak Nia Daniaty itu.

Bukti tersebut diserahkan kepada polisi pada hari Rabu (10/11/2021).

"Kami menyerahkan lagi bukti tambahan yang belum sempat kami sampaikan ke pihak penyidik. Video yang mencatut foto pak Anies Baswedan," ujar pengacara pelapor, Odie Hudiyanto, saat ditemui di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Selain itu ada bukti transaksi dan foto juga. Namun tidak dijelaskan secara rinci oleh Odie mengenai bukti tersebut.

"Kemudian kami berikan lagi bukti transferan pada pihak penyidik. Kami juga berikan lagi bukti berupa perjanjian-perjanjian antara Oi dengan korban juga adanya foto-foto," ungkap Odie Hudiyanto.

Odie Hudiyanto menduga Olivia Nathania mendapatkan video Anies Baswedan ketika sedang rapat virtual. Olivia Nathania kemudian menggunakan video itu untuk meyakinkan para korbannya.

"Mereka ngambil dari zoom meeting sehingga memang jadi bentuknya kayak potongan tapi jelas di situ ada bapak Anies Baswedan sedang bicara, walaupun nggak ada suaranya," imbuh Odie Hudiyanto.

"Ya artinya bahwa pak Anies ketika itu diambil videonya dan ditunjukkan pada peserta korban CPNS bodong, demikian," lanjutnya.

Dengan adanya bukti baru, Odie Hudiyanto dan para korban berharap polisi bisa segera memproses Olivia Nathania. Dalam artian bisa ditingkatkan statusnya menjadi tersangka.

"Kami menyambut baik tindakan cepat dan tepat dari pihak Polda Metro Jaya yang sudah menaikan perkara itu dari lidik ke sidik. Hambatannya adalah Oi selalu menunda-nunda pemeriksaan, ini yang ketiga kali. Sehingga membuat pihak Polda belum melakukan gelar perkara, walau sebetulnya semua orang yang disebut OI di BAP sudah dipanggil," beber Odie Hudiyanto.

"Iya (segera dijadikan tersangka)" tukasnya.

(hnh/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT