Kisah Cinta Tom Cruise dan Hayley Atwell, Bersemi dan Berakhir di Mission Impossible

Asep Syaifullah - detikHot
Sabtu, 25 Sep 2021 18:32 WIB
Tom Cruise
Foto: Instagram @tomcruise
Jakarta -

Kisah cinta antara Tom Cruise dan Hayley Atwell berakhir setelah setahun lebih berpacaran. Keduanya memutuskan untuk berpisah pada akhir syuting film terbarunya yakni Mission Impossible ke-7 itu.

Kedekatan antara keduanya mulai terjalin sejak mereka beradu peran dalam film tersebut. Bahkan selama penundaan syuting, mereka kerap kepergok jalan bersama.

Salah satunya adalah saat Tom dan Hayley tertangkap kamera tengah menyaksikan pertandingan Wimbledon pada musim panas lalu.

Namun berkali-kali pula mereka menegaskan jika hubungan di antara keduanya hanyalah sebatas teman saja. Hal itu pun seolah menjadi doa, karena sesaat menjelang syuting terakhir film itu keduanya memutuskan untuk berpisah.

"Mereka sangat dekat saat menjalani syuting bersama. Mereka sangat cocok dan tentunya keduanya adalah sosok bintang Hollywood yang rupawan jadi mereka pas sekali," ungkap seorang publisher film pada The Sun.

"Namun kini mereka memutuskan untuk kembali menjadi teman saja," tambahnya.

LONDON, ENGLAND - AUGUST 05:  Hayley Atwell attends the European Premiere of 'Christopher Robin' at BFI Southbank on August 5, 2018 in London, England.  (Photo by Tristan Fewings/Getty Images)Kisah Cinta Tom Cruise dan Hayley Atwell, Bersemi dan Berakhir di Mission Impossible Foto: Getty Images

Semenjak pisah dengan Katie Holmes pada 2012 lalu, Tom Cruise jarang sekali digosipkan dekat atau pacaran dengan selebriti lainnya. Bersama Hayley Atwell pun menjadi kisah cintanya yang paling lama setelah perceraian itu.

Hingga saat ini Tom Cruise sudah tiga kali menikah yakni bersama Mimi Rogers selama tiga tahun hingga 1990, lalu Nicole Kidman selama sepuluh tahun hingga 2001 dan terakhir Katie Holmes selama enam tahun serta memiliki anak yakni Shuri.

Sebelumnya dilaporkan jika rumah produksi film Mission Impossible 7 yakni Paramount, telah menggugat perusahaan asuransinya pada Senin (30/8) waktu setempat karena menolak untuk menutupi sebagian besar kerugian yang diterima Paramount akibat adanya penutupan/lockdown saat pandemi pada produksi film tersebut.

Melansir dari Variety, Selasa (31/8/2021), berdasarkan isi dari gugatan itu, Paramount menuntut perusahaan asuransi studio Chubb karena mereka hanya akan membayar US$ 1 juta atau setara dengan Rp 14,4 miliar (dengan kurs Rp 14.400/dolar AS) untuk mengganti kerugian COVID-19.

kerugian yang diterima oleh Paramount ini diakibatkan oleh tertundanya proses produksi sebanyak tujuh kali antara Februari 2020 dan Juni 2021, di mana setidaknya enam di antaranya adalah akibat dari pandemi.

Oleh karena itu Paramount berpendapat bahwa penutupan terkait pandemi seharusnya memicu ketentuan kebijakan dari asuransi tersebut, karena penutupan dimaksudkan untuk melindungi para pemain agar tidak sakit.

(ass/dar)