Dugaan Perselingkuhan Tyna Kanna, Jamal Mirdad Angkat Bicara

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Sabtu, 04 Sep 2021 18:29 WIB
Jakarta -

Rumah tangga Kenang Mirdad dan Tyna Kanna terancam bubar. Sebelumnya Tyna mengajukan cerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 20 Agustus 2021.

Sebelum adanya gugatan cerai tersebut, Tyna Kanna diduga terlibat perselingkuhan. Namun apa respons Jamal Mirdad selaku ayah Kenang Mirdad?

Aktor senior itu, tak mau bicara banyak terkait hal tersebut. Menurutnya, itu harus dijawab sendiri oleh Tyna Kanna.


"Bukan saya tidak mau bicara, mungkin sebaiknya, seeloknya, berita itu benar tidaknya, coba lah. Kan saya hanya sebagai bapaknya, yang mengalami, yang menjalani, yang tahu persis adalah anak saya," kata Jamal Mirdad di Bintaro, Tangerang Selatan.

"Saya sebagai orang tua. Dia sudah punya rumah tangga yang sangat bagus, kurang elok kalau saya harus mencampuri, kalau bukan dari anak saya sendiri," kata Jamal.

Sementara itu, disinggung soal komunikasi, Jamal memastikan hal itu masih berjalan dengan baik. Jamal juga yakin anaknya dapat menyelesaikan rumah tangganya dengan Tyna dengan baik.

"Komunikasi tapi sebagai bapak ibunya, tidak terlalu ikut campur sampai ke dalam ini. Biarlah itu diselesaikan dengan cara terbaik karena saya kira anak saya mampu dua-duanya untuk menyelesaikan dengan cara terbaik," imbuhnya.

"Ya namanya anak. Silaturahmi selalu berjalan baik," pungkasnya.

Sama dengan Jamal Mirdad, Lydia Kandou, ibunda Kenang Mirdad juga mendengar isu terkait perselingkuhan tersebut.


"Soal terakhir Tyna selingkuh dengan pesepeda, saya nggak bisa bicara," kata Lydia Kandou kepada detikcom melalui pesan singkat, Jumat (3/9/2021).

Lydia Kandou punya alasan tidak mau berspekulasi soal isu Tyna Kanna selingkuh. Isu soal Tyna Kanna yang ramai dibicarakan disebut Kenang Mirdad juga pernah memergoki sang istri tengah bersama pria yang diduga jadi selingkuhan sang istri.

"Karena tidak mau menyebar berita yang saya belum yakini kebenarannya. Saya masih belum bisa percaya dan tetap berharap berita itu tidak benar," lanjut Lydia Kandou.

(fbr/nu2)