Seksi di Usia 40, Olive Lee Dikira Kakak dari 3 Anaknya!

Mauludi Rismoyo - detikHot
Rabu, 25 Agu 2021 19:04 WIB
olive lee
Seksi di Usia 40, Olive Lee Dikira Kakak dari 3 Anaknya! (Foto: dokumen pribadi)
Jakarta -

Presenter Olive Lee sudah berusia kepala empat dan punya tiga anak. Namun ia terlihat masih seksi dan bugar.

Olive Lee tak menampik banyak wanita yang iri dengan bentuk tubuhnya. Karena penampilannya, pemilik bisnis parfum itu sampai dikira masih gadis bahkan dibilang sebagai kakak dari anak-anaknya.

"Banyak sih yang muji dikira belum punya anak katanya. Pastinya senang sekali, aku sering loh dikira kakaknya anak-anak," ujar Olive saat dihubungi.

Olive Lee juga mengaku kerap digoda banyak lelaki dari lokal maupun bule. Namun, mereka tak berani mendekati dirinya lebih lanjut lantaran suatu hal.

"Dua-duanya sih bule dan lokal terpikat sama aku. Tapi orang Indonesia nggak berani deketin, suka doang, takut high maintenance katanya," kata Olive.

Host Obrolan Malam itu mengungkap rahasia body goalsnya. Kunci utamanya adalah menjalani hidup dengan bahagia dan tidak gampang stres.

"Rahasianya hidup bahagia. Tahu nggak, hidup banyak pikiran itu bikin kita cepat stres, kalau sudah stres biasanya perempuan itu pikirannya negatif, terus suka ngemil, kan sayang badannya. Penyakit kan datangnya dari pikiran, jadi menurutku menikmati hidup adalah salah satu cara bikin kita tetap bugar," tutur Olive.

Lebih lanjut, Olive Lee mengatakan sangat menjaga sekali tubuhnya selama ini. Tujuan utamanya ternyata bukan untuk membuat badan seksi.

"Yang utama adalah sehat dulu, kalau sehat kan bisa lebih produktif. Jadi seksi atau body goals menurutku itu bonuslah," kata Olive.

Soal hidup sehat, Olive Lee mengatakan telah menularkan ke tiga anaknya. Wanita yang juga bekerja sebagai konsultan itu mengaku melakukan hal tersebut agar buah hatinya bisa merasakan manfaat.

"Bukannya nanti, itu wajib dari sekarang (tularkan hidup sehat ke anak). Tahu nggak, anak-anak itu nggak suka sayuran, nah setiap makan aku selalu kasih sayur dengan olahan yang berbeda-beda. Terus kasih tahu juga benefits dari makan makanan sehat, jadi mereka nggak terpaksa. Karena anak-anak sudah besar, aku sering ajakin mereka diskusi dampak baik dan buruk terhadap apa pun yang kita lalukan. Makanya mereka punya kesadaran sendiri untuk hidup sehat, karena mereka tahu yang mereka butuhkan," pungkasnya.

(mau/aay)