Jadi Promotor K-Pop, Olive Lee Rugi Rp 2 M, 1 Rumah dan Mobil Selama Pandemi

Mauludi Rismoyo - detikHot
Jumat, 04 Sep 2020 21:30 WIB
Olive Lee
Olive Lee rugi besar jadi promotor K-Pop imbas pandemi Corona. (Foto: ist)
Jakarta -

Pandemi Corona di Indonesia sudah terjadi selama lebih dari 6 bulan. Banyak artis yang merugi besar dalam hal pekerjaan maupun yang punya bisnis.

Olive Lee jadi salah satu yang merasakan dampak tersebut. Presenter seksi itu mengaku mengalami kebangkrutan imbas pandemi COVID-19.

Olive Lee rugi Rp 2 miliar di tahun ini saat berbisnis mendatangkan penyanyi K-Pop. Ia sudah menjadi investor untuk penyanyi Korea itu sejak tiga tahun lalu.

"Kemarin gue rugi tuh jadi investor penyanyi Korea. Hilang duit gue nggak balik sampai Rp 2 M, sama 1 rumah, sama 1 mobil selama Corona," ujar Olive saat dihubungi via telepon, Jumat (4/9/2020).

Di tahun ini, Olive Lee batal menggelar dua konser penyanyi Korea. Padahal ia butuh waktu setahun untuk mendatangkan artis-artis tersebut.

"Yang cancel tahun ini ada dua, itu yang saya invest ya. Harus 1 tahun sebelumnya (janjian) kalau buat konser dan kerja sama dengan agensi Korea," tutur Olive.

Olive Lee menjelaskan alasan memilih berbisnis menjadi promotor penyanyi Korea. Sebab, ia melihat usaha tersebut menjanjikan.

"Karena partners bisnis dulu kan orang Korea dan banyak banget peluang bisnis bisa masuk melalui K-Pop ini," ucap Olive.

Olive LeeOlive Lee dan penyanyi Korea. Foto: ist

Olive Lee juga punya niatan membuat sekolah. Ia ingin menyalurkan bakat-bakat orang Indonesia ke dunia K-Pop.

"Sebenernya saya awalnya mau buat sekolah K-Pop buat nyalurin bakat-bakat orang-orang yang jago dance," kata Olive.

Bangkrut jadi promotor penyanyi Korea, Olive Lee kini beralih ke bisnis lain. Ia mau mengelurkan produk parfum bernama A.dore parfume.

"Corona bikin bangkrut, gagal jadi promotor Korea, kini aku beralih ke bisnis lain. Berubah ke bisnis parfum karena bisa long term dan belum banyak yang ngelirik, persaingannya lingkupnya dikit," ujar Olive.

Olive Lee mengatakan bahan parfumnya diambil dari Eropa. Nantinya, ia bakal mengolah ulang bahan itu di Indonesia.

"Bikinnya dari Eropa bahan-bahannya, terus diolah ulang di Indonesia. Ini aku di Jerman sekalian belanja. Karena beda wanginya tuh lokal sama luar. Aku juga nanti buatnya menyesuaikan orang Indonesia," tutur Olive.

(mau/nu2)