Kelanjutan Kasus Narkoba Jennifer Jill, Sidang Hadirkan Saksi dari BNN Hingga RSKO

Pingkan Anggraini - detikHot
Rabu, 14 Jul 2021 18:02 WIB
Jennifer Jill mengakui simpan sabu sejak 4 tahun lalu
Foto: Jennifer Jill mengakui simpan sabu sejak 4 tahun lalu. (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Sidang kasus dugaan penyalahgunaan narkoba Jennifer Jill kembali berlangsung. Sidang kali ini beragendakan mendengarkan kesaksian yang meringankan Jennifer Jill.

Sahala Siahaan selaku kuasa hukum Jennifer Jill menegaskan, sidang hari ini Rabu (14/7/2021) yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat dihadiri pihak RSKO dan BNN. Mereka disebut hadir sebagai saksi yang meringankan.

Hal ini sebagai salah satu cara mengembalikan Jennifer Jill menjalani rehabilitasi.

Diketahui, sebelumnya Jennifer Jill tengah menjalani rehabilitasi di BNN Lido yang baru memasuki proses penyembuhan sebanyak 40 persen. Namun oleh JPU, Jennifer kini kembali ditahan di rutan Polda Metro Jaya sejak beberapa minggu lalu.

"Dua yang pertama menjelaskan ada assesment lanjutan. Tetapi dari program itu tidak berjalan dengan baik. Baru 40% lah oleh karena saudara JJ ditarik dari Lido. Sehingga program ini tidak berjalan," ujar Sahala Siahaan saat ditemui usai sidang, Rabu (14/7/2021).

Selain itu keterangan dari ahli yang dihadirkan dalam sidang juga mendukung dikembalikannya Jennifer Jill ke pusat rehabilitasi Lido. Disebut Jennifer Jill berhak menjalani rehabilitasi hingga tuntas.

"Ahli tadi menjelaskan dampaknya, orang yang sedang mengkuti program rehabilitasi secara penuh aja masih kena kekambuhan. Apalagi yang program rehabilitasinya dihentikan. Nah ini yang diterangkan oleh saksi," jelasnya.

Sementara itu Jennifer Jill hingga saat ini masih menjalani masa tahanannya di rutan Polda Metro Jaya. Kondisi Jennifer disebut semakin tidak dalam keadaan baik.

Disebut keadaan kesehatan Jennifer Jill saat ini dalam keadaan tidak kondusif. Salah satunya Jennifer Jill juga mengalami sakau karena ketergantungan obat.

"Ya tentunya membuat JJ namanya programnya berhenti ya hasilnya nggak dapat," tutur Sahala Siahaan.

Dalam hal ini Sahala Siahaan meminta agar kliennya itu dikembalikan untuk menjalani rehabilitasi di Lido.

"Sangat tidak kondusif, makanya dari awal kami mengharapkan seseorang itu yang sudah dalam proses rehabilitasi, tidak boleh dihentikan, harus berjalan penuh. Ada ketentuan di Mahkamah Agung, kalau penggunaannya (narkoba) dibawah 1 gram, seyogyanya itu rehab, tidak perlu sidang," tegas Sahala Siahaan.

(pig/aay)