Ini Awal Masalah John Cena yang Salah Sebut Taiwan Sebagai Negara

Asep Syaifullah - detikHot
Minggu, 06 Jun 2021 11:04 WIB
MIAMI, FL - DECEMBER 08:  John Cena is seen on the set of Despierta America to promote the film Ferdinand at Univision Studios on December 8, 2017 in Miami, Florida.  (Photo by Gustavo Caballero/Getty Images)
John Cena dan kontroversi salah sebut Taiwan sebagai negara Foto: Getty Images
Jakarta -

Aktor John Cena mungkin perlu mempelajari geografi kembali setelah salah menyangka jika Taiwan adalah sebuah negara. Kejadian tersebut pun memancing kemarahan publik Cina dan Taiwan, lantas bagaimana awalnya?

Pada sebuah video promo yang diunggahnya, John Cena menyebutkan jika Taiwan akan mendapatkan jatah penayangan perdana dari film terbarunya yakni Fast and Furious 9. Namun, ia salah sebut dengan mengatakan jika Taiwan menjadi negara pertama yang menayangkan film tersebut.

Dalam tayangan itu, John Cena berbicara dalam bahasa Mandarin, meskipun pada kenyataannya daerah tersebut juga tengah mengalami peningkatan kasus COVID-19 sehingga bioskop kembali ditutup dan film tersebut pun ditunda penayangannya.

Video itu pun viral di Weibo dan John Cena jadi sasaran kemarahan netizen di sana. Mereka kesal karena John Cena dianggap membuat perpecahan yang mungkin saja terjadi.

"Kau tak bisa berbahasa Cina jadi lebih baik diam saja," hardik salah seorang netizen.

Dilansir dari media lokal Taiwan, Taiwannews.com.tw, disebutkan jika pernyataan John Cena tak sepenuhnya salah karena Taiwan memanglah sebuah negara yang tergabung di Cina terlepas dari kemarahan netizen dan pemimpin Chinnese Communist Party (Partai Komunis Cina).

Tak sampai di sana, John Cena, juga memang piawai dalam berbahasa Mandarin. Ia pernah menunjukkannya dalam wawancara yang turut dihadiri tim detikcom belum lama ini.

Sang pegulat pun mengatakan permintaan maaf atas kericuhan yang ditimbulkannya itu lewat bahasa tersebut. John Cena meminta maaf atas kesalahannya meskipun tak menjelaskan apa salahnya dan mengatakan jika ia menghargai dan menghormati Cina dan rakyatnya.

Pihak Partai Komunis Cina pun menanggapi permohonan maaf itu dengan dingin. Mereka merasa jika hal itu hanya menunjukkan betapa munafiknya John Cena.

"Saat ia di provinsi Taiwan ia akan mengatakan itu adalah sebuah negara, namun saat berada di Cina ia mengatakan jika dirinya menghargai rakyat Cina. Ia bermuka dua dan aku tak paham bagaimana masyarakat Cina bisa kagum dengannya. Hingga kau mengatakan jika Taiwan adalah bagian dari Cina maka kami tak akan memaafkanmu," tegas salah seorang pemimpin partai tersebut.

Sementara itu John Cena memberikan pernyataan lengkap terkait masalah tersebut.

"Aku melakukan banyak sekali wawancara untuk 'Fast and Furious 9', dan membuat kesalahan dalam satu wawancara," kata Cena dalam video tersebut, tanpa mengulangi istilah kontroversial tersebut.

"Aku harus mengatakan, yang sangat penting, aku mencintai dan menghormati China dan rakyat China. Aku sangat, sangat menyesal atas kesalahanku. Aku minta maaf," tutur John Cena seperti dikutip dari AFP.



Simak Video "Balutan Komedi di Trailer 'Peacemaker' John Cena"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/pus)