Jadi Korban Pemerkosaan Hingga Hamil, Lady Gaga Salahkan Penampilan Seksinya

Asep Syaifullah - detikHot
Sabtu, 22 Mei 2021 12:21 WIB
MILAN, ITALY - MARCH 11: Adam Driver and Lady Gaga are seen filming House of Gucci on March 11, 2021 in Milan, Italy. (Photo by Vittorio Zunino Celotto/Getty Images)
(Foto: Getty Images/Vittorio Zunino Celotto) Kejadian tersebut pun mengubah seluruh hidup Lady Gaga seperti yang diungkapkannya pada Oprah Winfrey.
Jakarta -

Kisah kelam sempat dialami oleh Lady Gaga di awal-awal kariernya di industri musik. Penyanyi yang dijuluki Mother Monster itu pernah menjadi korban kekerasan seksual hingga pemerkosaan yang membuatnya hamil.

Kejadian itu terjadi pada saat dirinya berusia 19 tahun dan dilakukan oleh seorang produser musik yang enggan dibongkar identitasnya oleh Lady Gaga. Kini dia ogah lagi bertemu dengan produser tersebut.

Mengingat kejadian itu, Lady Gaga menyebutkan dirinya sering diminta untuk membuka pakaiannya di dalam studio. Tentu saja Lady Gaga menolak. Namun produser tersebut mengancam akan menghancurkan karya-karyanya.

Setelah kejadian pemerkosaan, Lady Gaga mengaku hamil dan mengalami sakit selama berminggu-minggu akibat kekerasan seksual yang dialaminya. Saat itu dia pernah dikunci juga di dalam studio.

Pengalaman pahit itu pun menjadi momok menakutkan selama tujuh tahun lamanya dan membuat penyanyi berusia 35 tahun itu mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) dan menjalani terapi hingga dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian tersebut pun mengubah seluruh hidup Lady Gaga seperti yang diungkapkannya pada Oprah Winfrey.

"Itu adalah sesuatu yang mengubah hidupku. Itu benar-benar mengubah diriku sebelumnya. Itu mengubah tubuhku, itu juga mengubah pola pikirku," terangnya.

Gaga pun sempat berpikir kejadian itu adalah kesalahannya. Menurutnya ada andil dirinya yang membuat sang produser melakukan hal tercela kepadanya.

"Karena cara berpakaianku, dan imejku sebagai sosok yang sangat provokatif. Aku membawa pikiran tersebut pada diriku dan mulai menyalahkan diri sendiri," ungkap Lady Gaga.

"Aku tak tahu bagaimana dan apa yang harus ku pikirkan tentang kejadian itu, aku tak tahu bagaimana cara mengikhlaskannya. Aku tak tahu bagaimana caranya agar tidak merasa ini salahku atau berpikir untuk tak menyalahkan diri sendiri," tambahnya.

Pada 2019 lalu Lady Gaga pernah membela penyanyi Kesha yang mengaku jadi korban pemerkosaan dari produser musik Dr Luke. Ia menyerang pengacara Luke yang menuding Kesha membuat pernyataan palsu.

"Apakah kau tahu bagaimana rasanya menjadi korban? Apa kau tahu bagaimana rasanya menceritakan hal itu pada orang-orang? Kau seharusnya malu," pungkasnya.

(ass/aay)