Lady Gaga Ungkap Pernah Jadi Korban Pemerkosaan Hingga Hamil

Asep Syaifullah - detikHot
Jumat, 21 Mei 2021 21:04 WIB
Joe Biden watches, right, as Lady Gaga performs the National Anthem during the 59th Presidential Inauguration at the U.S. Capitol in Washington, Wednesday, Jan. 20, 2021. (AP Photo/Andrew Harnik)
(Foto: AP/Andrew Harnik) Penyanyi berusia 35 tahun itu mengaku dirinya pernah menjadi korban pemerkosaan.
Jakarta -

Lady Gaga membagikan kisah kelam yang dialaminya di awal merintis karier di industri musik. Cerita yang kali ini diberitahukan penyanyi sekaligus aktris itu benar-benar mengejutkan soal kekerasan yang dialaminya.

Penyanyi berusia 35 tahun itu mengaku dirinya pernah menjadi korban pemerkosaan. Perbuatan keji itu dilakukan oleh seorang produser musik. Lady Gaga membeberkan hal tersebut dalam acara Oprah Winfrey bertajuk The Me You Can't See.

"Aku berusia 19 tahun dan aku sedang bekerja di bisnis (musik), seorang produser pun berkata,'Lepaskan pakaianmu'. Aku pun menolaknya lalu pergi, ia pun mengatakan akan membakar seluruh musikku," kenangnya.

Ternyata hal tersebut tak terjadi satu kali saja. Gaga mengungkapkan dirinya kembali diminta melakukan hal yang sama berulang-ulang hingga pelantun Bad Romance itu akhirnya menuruti kemauan produser bejat tersebut.

Karena pengalamannya itu, Lady Gaga mengalami trauma dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Hingga kini dia menolak menyebutkan nama produser yang telah melakukan perbuatan itu dan tidak ingin bertemu lagi dengannya.

Gaga pun mengaku dirinya mengalami PTSD (post traumatic stress disorder) hingga membuat dirinya harus menjalani terapi.

"Pertama aku merasakan sakit di seluruh tubuhku, lalu aku mati rasa. Lalu aku sakit selama berminggu-minggu, dan aku tersadar ini adalah yang ku rasakan saat seseorang memperkosaku hingga membuat diriku hamil dan meninggalkanku di sudut rumah orang tuaku sendirian karena aku sering muntah-muntah dan sakit," kenang bintang Star is Born tersebut.

Lady Gaga kemudian menceritakan, dirinya juga sempat dikunci di studio musik milik produser yang sama selama berbulan-bulan dan mengalami tindak kekerasan serta pelecehan.

Kejadian itu pun selalu teringat di kepalanya hingga tujuh tahun berselang. Seluruh rasa sakit dan momen mengerikan tersebut seperti menghantui Lady Gaga hingga membuat dirinya merasa bersalah atas kejadian itu.

"Aku tak tahu bagaimana dan apa yang harus ku pikirkan tentang kejadian itu, aku tak tahu bagaimana cara mengikhlaskannya. Aku tak tahu bagaimana caranya agar tidak merasa ini salahku atau berpikir untuk tak menyalahkan diri sendiri," pungkasnya.

(ass/aay)