Kronologi Penangkapan Daniel Mardhany, Berawal dari Eks Drummer Deadsquad

Hanif Hawari - detikHot
Senin, 03 Mei 2021 16:18 WIB
Jakarta -

Daniel Mardhany ditangkap polisi karena menggunakan ganja dan tembakau sintetis. Ia ditangkap karena ulah temannya, AA yang diketahui eks drummer Deadsquad. Begini kronologinya.

Awalnya, polisi mendapatkan informasi dari masyarakat karena adanya penyalahgunaan narkoba. Unit 1 Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti laporan tersebut di bawah pimpinan AKP P. Siahaan, SH.

"Benar bahwa pada hari Sabtu tanggal 1 Mei 2021 sekira pukul 16.00 WIB berdasarkan informasi masyarakat diduga adanya tindak penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh AA, eks drummer band Deadsquad," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Guruh Arif Darmawan, saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (3/5/2021).

Polisi langsung mengamankan AA di rumahnya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Setelah diinterogasi, polisi menemukan tembakau sintetis yang diduga berjenis ganja. Ia mengaku mendapatkan barang terlarang itu dari temannya, Daniel Mardhany.

"Kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka AA. Setelah diinterogasi benar didapatkan informasi bahwa tersangka AA mendapatkan barang bukti berupa narkotika jenis tembakau sintetis dari tersangka DM," imbuh Guruh Arif Darmawan.

Polisi langsung bergerak cepat menuju rumah Daniel Mardhany yang berada di Pamulang, Tangerang Selatan. Ketika digeledah, vokalis band Deadsquad itu tidak hanya kedapatan tembakau sintetis. Polisi juga menemukan obat terlarang lainnya dari Daniel Mardhany.

"Pada saat dilakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap tersangka AA ditemukan barang bukti narkotika jenis sintetis. Dan dari tersangka DM ditemukan barang bukti obat prohiper (metil fenidat)," papar Guruh Arif Darmawan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Daniel Mardhany mengaku sudah menggunakan narkotika jenis ganja semenjak 1 bulan yang lalu. Ia menggunakannya dengan alasan stres akibat sepi job di masa Pandemi COVID-19.

(hnh/pus)