Sanggupkah Hotma Sitompul dan Desiree Tarigan Gencatan Senjata?

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Sabtu, 17 Apr 2021 21:32 WIB
Jakarta -

Otto Hasibuan DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) angkat bicara mengenai laporan tim pengacara Hotma Sitompul kepada Hotman Paris. Rupanya laporan itu tengah dipertimbangkan.

Bahkan kata Otto, ada rencana laporan itu akan diserahkan ke Komisi Pengawas. Ataupun dimediasi lewat dirinya sendiri.

"Nanti kita putuskan apakah kita serahkan kepada dewan kehormatan apakah kepada komisi pengawas. Atau mungkin juga saya akan mengundang mereka untuk bisa apakah mungkin bisa diselesaikan dengan cara terbaik," kata Otto Hasibuan ditemui di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/4/2021).

"Apa mediasi, saya sebagai Ketua Umum (Peradi) ada dua teman sejawat yang berseteru. Saya punya kewajiban juga memberikan mediasi kepada mereka," kata Otto menambahkan.

Otto juga optimis konflik ini dapat selesai dengan baik. "Jadi, sepanjang kasusnya itu bisa diselesaikan dengan cara baik, kenapa tidak? Itu yang harus dilakukan dengan laporan itu," katanya.

Sementara itu, disinggung bagimana perkembangan mediasi konflik antar pengacara kondang itu, Otto mengatakan bahwa harus ada pembeda masalah Hotma vs Hotman Paris dan Hotma Sitompul melawan istrinya, Desiree Tarigan.

"Harus dibedakan ya, satu masalah antara pak Hotma dan pak Hotman. Itu yang dilaporkan ke Peradi. Sedangkan sekarang ini, di samping itu menangani urusan bagaimana saya memediasi antara ibu Desire dengan Pak Hotma Sitompul. Ada dua nih persoalan Peradi dan internal mereka," jelasnya.

Otto juga mengaku memilih strategi khusus, yakni ingin mendamaikan Hotma dan Desiree lebih dahulu.

"Upaya terbaik yang saya ingin lakukan adalah karena saya melihat akar masalah ini, akar masalah perceraian, antara Ibu Desiree dan Hotma Sitompul. Nah ini yang harus diselesaikan," katanya.

Sejauh ini, pihak Desiree dan Hotma sudah menemui dirinya untuk mediasi. Namun ada syarat yang harus dipenuhi, tapi hal tersebut tak bisa diumbar sembarangan.

"Nah, saya, sebagai mediator, kebetulan saya sudah bertemu dengan ibu Desiree, sudah bertemu dengan pak Hotma, dan saya berusaha mediasi mereka. Kebetulan mereka bersedia dimediasi. Walaupun syaratnya harus kita bicarakan dulu," ungkapnya.

Otto berpesan kepada kedua belah pihak agar saling dingin, jangan sampai melakukan upaya hukum satu sama lain.

"Saya berharap, dengan penjelasan saya di sini, kedua belah pihak kalau boleh, cease fire dulu lah kalau istilah dalam perang. Jangan dulu melakukan upaya-upaya hukum yang lain supaya mediasi ini bisa berhasil," imbuhnya.

(fbr/nu2)