Round Up

Saling Tuduh Era Setyowati Vs Prof Muradi: Nikah Siri hingga Pemerasan

Tim detikcom - detikHot
Rabu, 07 Apr 2021 05:30 WIB
Jakarta -

Model Era Setyowati tiba-tiba muncul ke publik menyeret Komisaris Independen PT Waskita Karya (Persero) Tbk. sekaligus guru besar sebuah universitas di Bandung, Profesor Muradi. Era mengadu ke KPAI lantaran sang profesor disebut menelantarkan buah hati dari hubungan mereka.

Ada sejumlah pernyataan dari pengaduan Era Setyowati tersebut yang menjadi sorotan. Pernyataan itu juga memancing Profesor Muradi bersuara dan mengeluarkan sejumlah bantahan. Berikut fakta-fakta dari kasus dugaan penelantaran anak yang ditudingkan Era Setyowati kepada Profesor Muradi:

1. Bantahan soal pernikahan siri

Lewat kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution, Era Setyowati mengaku dirinya sudah menikah secara siri dengan Profesor Muradi. Pernikahan itu dilakukan di tahun 2018 di sebuah hotel.

Dari pernikahan itu, hadir anak yang disebut Era merupakan anak kandungnya dengan sang profesor.

"Sekarang gini, namanya juga siri ya. Siri itu ya, saya juga nggak ngerti amat. Katanya di hotel dan dinikahi, ya sudah. Tapi yang pasti, mereka itu ada hubungan dan melahirkan satu orang anak," tutur Razman Nasution.

Namun hal tersebut dibantah oleh pihak Profesor Muradi yang diwakili pengacaranya, Patrice Rio Capella. Pernikahan tersebut dikatakan tak pernah ada.

"Bahwa tidak benar bahwa sudah ada pernikahan antara profesor munadi dengan ES. Kalau tidak nikah maka tidak ada anak dari keduanya," ungkap Patrice Rio Capella.

"Kami pertanggungjawabkan ini dan kami sampaikan ini dengan yang sebenar-benarnya. Dan kita siap membuktikan atau bersama-sama membuktikan bahwa apakah peristiwa itu betul-betul terjadi," imbuh Rio Capella.

Kuasa hukum Muradi membantah kliennya memiliki anak dari model Era Setyowati atau dikenal dengan nama Sierra.Kuasa hukum Muradi membantah kliennya memiliki anak dari model Era Setyowati atau dikenal dengan nama Sierra. Foto: Rifkianto Nugroho

2. Profesor Muradi Ngaku Diperas Rp 2 M

Profesor Muradi memang tak pernah disebut oleh Era Setyowati. Miss Landscape 2019 itu hanya menyebut inisial Prof M yang merupakan guru besar kampus negeri di Bandung.

Selain itu, Era yang kerap dipanggil Sierra itu juga cuma menyebut sang pria adalah komisaris BUMN. Kemudian, tiba-tiba saja Profesor Muradi muncul, menunjuk kuasa hukum terkait tuduhan itu.

Patrice Rio Capella ditunjuk lalu membantah tuduhan dari Era Setyowati. Bahkan, ia menduga koar-koar ini hanya untuk pemerasan.

"Bahwa tidak benar juga Profesor Muradi memberikan sebuah apartemen yang diperuntukan untuk ES. Adapun tuduhan-tuduhan yang cenderung fitnah dan ada upaya pemerasan," ungkapnya.

Bukan cuma tuduhan saja, sebab menurutnya, sebelum muncul di media, Era Setyowati sudah berjumpa dengan Profesor Muradi.

"Sebelum ini mereka sudah ketemu dan meminta Rp 1 miliar. Setelah ada pengacara meningkat jadi Rp 2 miliar. Apa yang disampaikan tidak memiliki dasar hukum yang jelas," tuturnya.

3. Profesor Muradi siap lakukan tes DNA

Profesor Muradi membantah sudah menikah siri dengan Era Setyowati dan memiliki anak. Menurutnya, pengakuan memiliki anak dari Miss Landscape 2019 tersebut adalah fitnah.

Ia mengaku siap untuk membuktikan bantahannya dengan melakukan tes DNA.

"Jadi karena tidak bisa dibuktikan maka itu sebuah fitnah merusak nama baik dan mengganggu klien kami," Patrice Rio Capella di Kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2021).

"Klien kami menyampaikan bahwa tes DNA saja," lanjutnya.

Patrice Rio Capella menyebutkan dengan tes DNA asal-usul anak Era Setyowati bakal terlihat. Jika benar anak tersebut adalah darah dagingnya, Prof Muradi siap bertanggung jawab.

"Kalau iya secara moral Pak Muradi akan bertanggung jawab walau anak di luar nikah," terang Patrice Rio Capella.

Finalis Miss Landscape International 2019 perwakilan Indonesia Era Setiyowati (Sierra), datang ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melaporkan suami sirinya.Finalis Miss Landscape International 2019 perwakilan Indonesia Era Setiyowati (Sierra), datang ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melaporkan suami sirinya. Foto: Rifkianto Nugroho

4. Era Setyowati terima tantangan tes DNA

Bantahan yang disampaikan oleh Profesor Muradi dinilai pihak Era Setyowati tak berdasar. Razman Arif Nasution, kuasa hukum Era Setyowati, mengungkapkan sebelumnya pihak Profesor Muradi sudah mendatanginya dan memberikan sebuah penawaran sebelum tudingan soal penelantaran anak ini muncul ke permukaan.

Razman menilai, tak wajar jika Profesor Muradi lantas merasa dirinya seperti mendapat fitnahan dari Era Setyowati. Untuk itu, mewakili kliennya, tantangan untuk melakukan tes DNA itu pun diterima.

"Apa yang mau difitnah? Dia sudah datang ke kantor saya, ada saksinya. Terus dia buat penawaran, ya macam-macam, sudah. Kok fitnah? Apa yang difitnah?" ungkap Razman Arif Nasution saat dihubungi detikcom, Selasa (6/4/2021).

"Kalau dia merasa fitnah, merasa difitnah, ya sudah nanti kita buat tes DNA. Silakan lapor polisi, tes DNA. Kan kita siap tes DNA," tambahnya menjawab tantangan.

Patrice Rio Capella, kuasa hukum Profesor Muradi, menyebutkan dengan tes DNA asal-usul anak Era Setyowati bakal terlihat.

"Kalau iya secara moral Pak Muradi akan bertanggung jawab walau anak di luar nikah," terang Patrice Rio Capella.

5. Ancaman Prof Muradi laporkan Era Setyowati ke polisi

Dalam pernyataannya, Era Setyowati mengungkapkan dirinya sudah menikah siri dengan Profesor Muradi di 2018. Hal itu dibantah oleh pria yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Lewat kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution, Era juga mengungkapkan fasilitas seperti apartemen yang sempat diberikan kepadanya.

Pernyataan-pernyataan itu sudah dibantah dan diharap pihak Profesor Muradi tak lagi dipanjang-panjangkan dan melebar. Profesor Muradi merasa dicemarkan dan tak segan mengambil jalur hukum jika Era Setyowati tak memiliki itikad baik.

"Karena dia baru ke KPAI itu yang kita jawab. Jadi berita ini tidak simpang siur dan menjadi hal-hal yang merugikan klien kami. Kami sampaikan ini cukup disetop. Kalau diteruskan maka kami akan ambil langkah hukum," ungkap Patrice Rio Capella.

(doc/pus)