ADVERTISEMENT

Kronologi Meninggalnya Marco Panari Versi Polisi

Desi Puspasari - detikHot
Rabu, 03 Feb 2021 16:20 WIB
Marco Panari
Polisi jabarkan kronologi meninggalnya Marco Panari Foto: dok. Instagram @marc0panari
Jakarta -

Marco Panari meninggal dunia karena tersedak. Tapi, kasus ini masih dalam penyelidikan polisi.

Kanit Reskrim Polsek Menteng Kompol Ghozali Luhulima, merunutkan kejadian meninggalnya adik Angela Gilsha. Saat kejadian, Marco Panari tengah berada di apartemen seorang teman yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Marco Panari disebutkan sempat mengonsumsi minumaan beralkohol. Tidak hanya di apartemen, Marco Panari dan teman-temannya minum di dua lokasi berbeda.

"Di apartemen itu minumnya. Dia minum dua kali, dia minum malamnya di situ, akhirnya pindah ke (daerah) Jakarta Selatan. Jam 7 pagi balik lagi ke apartemen itu minum," kata Kanit Reskrim Polsek Menteng Kompol Ghozali Luhulima, kepada detikcom, Rabu (3/2/2021).

Ternyata saat itu, Marco Panari juga tengah mengonsumsi mie instant. Sebelum meminum-minuman beralkohol, Marco Panari juga mengalami mimisan.

"Kita menemukan keluar darah di hidung. Katanya sebelum minum dia mimisan," tuturnya.

Peristiwa itu terjadi pada malam Sabtu (30/1). Marco Panari dilarikan ke rumah sakit di kawasan Kali Pasir dalam kondisi sudah meninggal dunia.

"Waktu awal kejadian sudah meninggal, kemudian dibawa ke rumah sakit di Kali Pasir," ungkapnya.

Dari dokter yang memberikan pertolongan pertama untuk Marco Panari menjelaskan penyebab meninggalnya sang aktor. Sang aktor diduga meninggal dunia karena tersedak.

"Setelah itu terus kemudian kita konfirmasi dengan dokter penanganan awal gitu. Menurut keterangan dokter itu, dia tersedak minuman atau makanan yang membuat dia seperti itu," kata Kompol Ghozali Luhulima.

Kemudian ibunda Marco Panari membuat laporan atas meninggalnya sang anak. Setelah itu, polisi menindaklanjuti dengan mengecek ke rumah sakit dan mengecek lokasi kejadian. Polisi juga memeriksa enam orang saksi.

"Terus kemudian, kan ibunya laporan. Setelah laporan kita tindak lanjuti cek ke rumah sakit, kemudian kita cek ke TKP," tuturnya.

Atas permintaan keluarga, jenazah Marco Panari dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk dilakukan visum.

Namun, saat sampai di rumah sakit sang bunda berubah pikiran. Ia disebut menerima meninggalnya Marco Panari.

"Setelah itu, ibunya berubah pikiran. Akhirnya ya sudah terima meninggalnya almarhum ini, akhirnya permintaan visum luar. Tapi, tetap hasil dari visum itu akan jadi acuan," beber Kompol Ghozali Luhulima.

Sampai saat ini polisi masih menunggu hasil visum jenazah Marco Panari. Pada Minggu (31/1) jenazah Marco Panari diterbangkan ke Bali untuk dimakamkan. Baru pada hari Selasa (2/2) jenazah Marco Panari dikremasi.



Simak Video "Fakta-fakta Seputar Meninggalnya Marco Panari"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT