Hiii... Tetesan Darah Michael Jackson Akan Dilelang Rp 37 Juta

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 24 Sep 2020 10:07 WIB
SYDNEY, AUSTRALIA - JUNE 26: Michael Jackson impersonator Jason Jackson lays a carnation at the memorial plaque during a memorial service commemorating the first anniversary of his death at Forest Lawn Memorial Park on June 26, 2010 in Sydney, Australia. Fans across the globe marked the passing of Jackson in a simultaneous World Cry tribute hosted in various cities including New York, London and Paris.  (Photo by Brendon Thorne/Getty Images)
Michael Jackson / Foto: Getty Images/Brendon Thorne
Jakarta -

Ada-ada saja yang dilakukan oleh keluarga musisi Michael Jackson sepeninggal pelantun Beat It itu meninggal dunia. Tetesan noda darah yang ada di ranjang Michael Jackson rencananya akan dilelang di Los Angeles senilai Rp 37 juta. Hiii!

Tetesan darah yang kemungkinan bercampur dengan dosis terakhir obat propofol yang fatal itu akan berada di bawah palu. Dilansir dari The Sun UK, Kamis (24/9/2020), seorang ahli di rumah lelang memorabilia Las Vegas memprediksi harganya mencapai U$ 2.500 atau sekitar Rp 37 juta.

Tetesan darah itu dipercaya merupakan warisan tersisa dari Michael Jackson. Hasil tetesan darah disimpan oleh sepupu Michael Jackson, Marsha Stewart, yang mendapatkannya dari mendiang ayah Michael Jackson, dan kini menjadi bagian dari pelelangan.

Marsha bersikeras mendapatkan tetesan darah itu sehari setelah kematian King of Pop saat menyambangi ayah Michael Jackson, Joe. Ia mengaku menemukan di ranjang sang musisi.

Dia juga mengaku tetesan darah yang bercampur dengan susu dan obat propofol yang kemudian sudah larut. Obat propofol kerap digunakan Michael Jackson untuk membantunya tertidur lelap.

Meski klaim Marsha tampak tak masuk akal, ia tetap bersikukuh dengan pendapatnya dan maju ke meja pelelangan.

"Tak lama setelah Michael Jackson meninggal, saya pergi ke rumahnya dan bertemu Joe. Saya masuk ke kamar tidur, yang ada kasur, lalu di samping tempat tidur ada sedikit jus dan sandwich. Lalu saya memperhatikan ada tetesan darah yang tertinggal," ungkap Marsha membela diri.

Marsha pun mengambil bagian yang ada tetesan darah sepupunya tersebut.

"Di dalamnya seperti ada cairan susu yang kemudian larut tapi saya yakin itu adalah DNA Michael Jackson. Hal itu yang membuatku langsung mengambil dan menyimpannya," lanjutnya.

Marsha juga mengaku, bersama dengan Joe mereka masih menyimpan peralatan medis Michael Jackson sampai setelah kematiannya. Kini barang-barang itu bakal dilelang Memorabilia Los Angeles.

Padahal detektif LPAD setempat, beberapa jam setelah kematian Michael Jackson pada 25 Juni 2009 sudah menyisir area tempat tidur sang musisi Moonwalk dan melakukan investigasi mendalam. Seharusnya, tidak ada satu tetesan darah Michael Jackson apa pun yang tersisa.

Sepeninggal Michael Jackson, dokter pribadinya yakni Conrad Murray dihukum untuk pembunuhan yang tidak disengaja. Ia terbukti memberikan obat propofol untuk anestesi bedah dalam jumlah yang berlebihan. Obat itu yang digunakan Michael Jackson sebelum tidur, sampai membuatnya tak sadarkan diri.





Simak Video "Fans Michael Jackson Peringati 10 Tahun Wafatnya ''King of Pop''"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)