Michael Jackson dan Kegelisahan Rasisme, Sindir The Beatles hingga Elvis Presley

Tim detikcom - detikHot
Selasa, 25 Agu 2020 07:50 WIB
SYDNEY, AUSTRALIA - JUNE 26: Michael Jackson impersonator Jason Jackson lays a carnation at the memorial plaque during a memorial service commemorating the first anniversary of his death at Forest Lawn Memorial Park on June 26, 2010 in Sydney, Australia. Fans across the globe marked the passing of Jackson in a simultaneous World Cry tribute hosted in various cities including New York, London and Paris.  (Photo by Brendon Thorne/Getty Images)
Michael Jackson / Foto: Getty Images/Brendon Thorne
Jakarta -

Michael Jackson ternyata pernah berkomentar pedas terhadap The Beatles dan Elvis Presley. Hal itu terungkap dari sebuah surat peninggalannya yang berisi pesan tentang ketidaksetaraan rasial.

Surat-surat itu ditulis pada tahun 1987. Tahun di mana menjadi momen puncak ketenarannya.

Dilansir The Sun, ada beberapa surat yang berisi kegelisahan sang King of Pop itu terhadap isu rasialisme. Salah satu surat yang ditulis Michael Jackson berisikan tentang pandangannya pada musisi seperti The Beatles hingga Bruce Springsteen dan Elvis Presley yang dianggap mewakili kulit putih yang superior di dunia musik.

"Sepanjang sejarah, orang kulit putih selalu mencap halaman sejarah dengan Great White Hopes menempatkan orang kulit putih di atas kulit hitam layaknya bangsawan seperti Elvis menjadi Raja Rock and Roll, Springsteen menjadi The Boss dan The Beatles menjadi yang terbaik," kata Jackson.

Dia mengakui bahwa The Beatles, 'bagus,' meskipun dia menambahkan, 'tetapi mereka bukan penyanyi atau penari yang lebih baik daripada orang kulit hitam.'

Di suratnya yang lain, Michael Jackson menambahkan bahwa dia ingin menjadi ikon yang akan menjadi panutan generasi berbeda warna kulit sehingga dapat mengakhiri rasialisme.

"Aku berharap anak kulit putih dapat memiliki pahlawan kulit hitam sehingga mereka tidak tumbuh prasangka," tulisnya.

Surat-surat tersebut menjadi goresan dari isi hati sang legenda di masa lalu. Kegelisahannya pada rasialisme juga disinggung Michael Jackson pada sejumlah media ternama yang dianggap sebagai acuan musik terbaik di eranya.

"Aku membenci ketidaksetaraan dalam bisnis rekaman, bahwa orang kulit hitam tidak bisa tampil di MTV," ujar Michael Jackson di salah satu surat tersebut.

Penyanyi itu mengungkapkan, 'semua ini membara dalam diriku' untuk mendapatkan pengakuan sehingga 'orang kulit putih dan kulit hitam dari semua ras mencintaiku menjadi sampul majalah Time, Life, Newsweek.'

"Aku melakukan hal ini karena marah. Aku ingin membalas dendam, aku ingin membuktikan diri. Bagaimanapun aku tak membenci orang kulit putih, orang kulit hitam, semua ras. Aku ingin keadilan. Sekarang adalah waktu untuk karya-karya yang aku miliki. Aku ingin semua ras mencintaiku sebagai kesatuan," pungkasnya.



Simak Video "Fans Michael Jackson Peringati 10 Tahun Wafatnya ''King of Pop''"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)