Tanggapi Kasus Jerinx, Ini Pandangan Kirana Larasati

Pingkan Anggraini - detikHot
Selasa, 25 Agu 2020 20:10 WIB
Kirana Larasati saat ditemui di kawasan Kuningan.
Kirana Larasati tanggapi kasus Jerinx. (Foto: Noel/detikFoto)
Jakarta -

Nama Jerinx belakangan ini memang kerap menjadi perbincangan publik. Faktanya, Jerinx memang kerap menanggapi isu Corona dengan gayanya.

Hal itu tentunya membuat publik kerap mencari tahu kebenaran dari perkataannya. Gara-gara isu itu juga, Jerinx belum lama ini ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencemaran nama baik terkait kicauan 'IDI Kacung WHO'. Jerinx pun saat ini tengah ditahan di Polda Metro Bali selama 20 hari.

Kasus ini tentu menuai sorotan public figure lainnya. Tak sedikit dari mereka yang mengaitkan kasus Jerinx dengan kebebasan berpendapat. Hal ini juga diungkapkan oleh Kirana Larasati saat ditemui di Gedung Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2020).

"Oke aku mengerti freedom of speech, aku juga seseorang yang tidak mau dibatasi berekspresi," ujar Kirana.

"Tapi selain kepentingan satu orang yang punya freedom of speech, ada juga ratusan juta penduduk yang bisa terdampak dari viralnya perbuatan satu orang," lanjutnya.

Bagi Kirana Larasati, memang tak ada salahnya memberikan kebebasan berpendapat. Namun, ia mengkhawatirkan semakin banyak orang yang percaya argumentasi Jerinx salah satunya soal pemakaian masker.

"Jadi dalam kita melihat suatu kasus itu nggak bisa melihat satu sudut pandang saja, kita harus lihat dari sudut pandang yang lain. Oke kita ngomongin freedom of speech, bagaimana dengan dampak orang-orang lain kalau jadi tidak pakai masker? Atau kalau jadi berkerumun di tempat banyak," papar Kirana.

Kirana Larasati tak pernah mempermasalahkan Jerinx untuk berpendapat mengenai ketidakpercayaannya tentang bahaya COVID-19. Namun yang perlu disorot adalah sudah banyak pasien COVID-19 yang saat ini tengah menjalani perawatan.

Kirana Larasati meminta agar setiap orang tak langsung mengkonsumsi secara mentah argumentasi dari seseorang terhadap sebuah kasus. Hal ini pun diterapkan Kirana pada dirinya untuk mendapatkan pikiran yang adil.

"Karena oke katanya percaya COVID-19, tapi tidak yakin COVID-19 sebahaya itu, buat yang sehat mungkin tidak bahaya. Buat yang sakit gimana?" tutur Kirana.

"Sure dalam satu sudut pandang freedom of speech itu penting, tapi kita lihat lagi dari sudut pandang yang lain, dari situ kita bisa menentukan suatu kasus. Awalnya gini, aku yang harus aku terapkan di diri aku dan aku juga menyarankan ke teman-teman semua mulailah adil sejak dalam pikiran," tutup Kirana.

(pig/nu2)