Kemarahan Justin Bieber hingga Demi Lovato Atas Kematian George Floyd

Indah Mutiara Kami - detikHot
Jumat, 29 Mei 2020 14:11 WIB
BEVERLY HILLS, CA - FEBRUARY 28:  Recording artist  Demi Lovato attends the 2016 Vanity Fair Oscar Party Hosted By Graydon Carter at the Wallis Annenberg Center for the Performing Arts on February 28, 2016 in Beverly Hills, California.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)
Demi Lovato / Foto: Getty Images
Jakarta -

Sederet artis ikut menyuarakan protes dan simpati atas kematian George Floyd, pria kulit hitam yang dibunuh polisi Amerika Serikat. Mereka berduka dan marah.

Salah satu artis yang bersuara adalah Justin Bieber. Dia menegaskan kekerasan dan tindakan tidak adil ke warga kulit hitam harus dihentikan.

"Hal ini membuatku muak. Aku marah karena pria ini tewas. Ini membuatku sedih. Rasisme itu jahat! Kita harus menyuarakan ini. Maafkan aku, George Floyd," tulis Bieber.

Gigi Hadid juga menyuarakan kemarahannya. Dia mendesak para polisi yang berperan di kematian George Floyd harus dihukum berat.

"Mereka harus diusut. Ini terlalu sering terjadi. Satu-satunya cara mengubah kondisi ini adalah dengan memenjarakan monster rasis ini," katanya merujuk kepada para pelaku.

Gigi Hadid / Gigi Hadid / Foto: Jason Kempin/Getty Images

Demi Lovato juga merasa kondisi ini tidak bisa dibenarkan dari sisi manapun. Menurutnya, semuanya harus bersuara untuk menghentikan rasisme ke warga kulit hitam.

"Sampai ini benar-benar berhenti, komunitas kulit hitam akan terus hidup dalam kondisi berbahaya," ungkap Demi Lovato.

Ava DuVernay mengatakan George Floyd punya hak yang sama dengan orang lain untuk hidup dan mengejar mimpinya. "Kamu tidak seharusnya tewas di jalan, dibunuh polisi kulit putih yang menginjak dengan lutut," kata sutradara film 'Selma' ini.

[Gambas:Instagram]



Artis lain yang juga protes di antaranya Ciara, Lupita Nyong'o, Nick Jonas, Kelly Rowland, Bella Hadid, hingga Beyonce. Mereka mengecam bentuk rasisme terhadap warga kulit hitam.

Peristiwa tragis yang jadi sorotan ini berawal saat George mulanya ditangkap pada Senin (25/5) oleh polisi kota Minneapolis, AS. George Floyd ditangkap karena diduga melakukan transaksi memakai uang palsu senilai $ 20.

Penangkapan Floyd itu terekam dalam sebuah video yang kemudian viral. Dalam video itu, tangan Floyd diborgol dan kemudian dijatuhkan ke aspal oleh polisi. Seorang polisi menekan leher Floyd dengan lututnya, sembari memasukkan tangannya ke saku. Floyd kemudian dibawa ke rumah sakit dan di sana ia dinyatakan meninggal dunia.

Kematian Floyd di tangan polisi ini pun memicu kemarahan publik. Warga turun ke jalan dan bentrok dengan polisi. Mereka menjarah toko-toko dan membakarnya. Kematiannya juga dikutuk oleh PBB.



Simak Video "'Black Panther' Ikut Demo Kematian George Floyd"
[Gambas:Video 20detik]
(imk/doc)