Cedera, Britney Spears Tuntut Perusahaan Asuransi
Rabu, 09 Feb 2005 13:58 WIB
Jakarta - Cedera lutut yang diderita Britney memaksa ia membatalkan rangkaian turnya beberapa waktu lalu. Tak terima atas penolakan klaim perusahaan asuransi, Britney menuntut perusahaan yang menanggungnya itu. Sepanjang rangkaian turnya tahun lalu Britney menggunakan delapan perusahaan asuransi untuk menjamin keselamatan dan kesehatannya. Karenanya, ketika mantan kekasih Justin Timberlake tersebut mengalami cidera lutut, ia pun mengajukan klaim kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Seperti dikutip 1010wins, Rabu (9/2/2005), Britney meminta ganti rugi sebesar US$ 9,8 juta atas cidera yang dideritanya saat pengambilan gambar videoklip "Outrageous". Jumlah yang besar itu, disepadankan dengan kerugian Britney yang terpaksa absen dari jadwal turnya. Dengan berbagai alasan, kedelapan perusahaan itu sepakat menolak ganti rugi yang diajukan pelantun tembang "Baby One More Time" tersebut. Alasannya, Britney tak jujur pada saat dilakukan pemeriksaan kesehatan. Wanita yang pernah membintangi "Crossroad" tersebut tak mengaku kalau dirinya pernah menjalani operasi ortopedik kecil dan pernah menderita beberapa cidera lain selama 5 tahun terakhir. Menurut catatan pengadilan yang mengurus kasus tersebut, tujuh perusahaan asuransi yang berlokasi di Inggris itu bulat menolak klaim Spears. Bahkan, sebuah perusahaan asuransi kecil yang terletak di Perancis tak memberikan tanggapan sama sekali atas klaim Spears yang dianggap tak masuk akal. Penolakan tak membuat kubu Britney gentar. Didampingi pengacara Jonathan Stoler, diva muda yang baru merilis koleksi greatest hits tersebut akan menuntut kedelapan perusahaan asuransi yang dianggap tak bertanggung jawab. Sejauh ini belum ada respon dari ke delapan perusahaan tersebut tentang tuntutan Britney itu. Bahkan pengacara Britney, Stoler, mengaku tidak mengetahui apakah ke delapan perusahaan asuransi itu telah menyewa pengacara untuk menanggapi tuntutannya. (fta/)











































