Kini jejaring sosial seperti Twitter dijadikan ajang untuk mereka saling serang. Contoh teranyar adalah kasus Nikita Mirzani yang di-bully pengguna Twitter lantaran dituding berbohong sedang berada di Singapura.
Belum lagi kasusnya dengan Zaskia 'Gotik' dan sebelum-sebelumnya. Tak ketinggalan juga seperti perseteruan sejati Addie MS versus Marissa Haque.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Regina sendiri mengaku bully-an di Twitter sudah biasa diterimanya sejak merintis karier di dunia hiburan. Regina menempuh jalan keartisan dengan mengikuti ajang pencarian bakat menyanyi.
Regina bahkan mengaku sudah bosan menghadapi hal itu. "Saya sudah bosen di-bully, itulah susahnya kita jadi diri sendiri aja di-bully," katanya sedikit berkeluh kesah.
Namun perseteruan di jejaring sosial bisa dibilang belum seekstem artis-artis seperti Julia Perez dan Dewi Persik. Gara-gara aksi cakar-cakaran mereka di syuting film 'Arwah Goyang Karawang', kasus keduanya akhirnya sampai dibawa ke meja hijau.
Artis yang pernah berurusan hukum seperti Chyntiara Alona pun coba menanggapi masalah itu. Menurutnya, dengan adanya perseteruan, para seleb bisa saja mendapat efek seperti naik pamor.
Alona pun tak membantah hal tersebut. Bintang film 'Diperkosa Setan' itu bahkan menilai perseteruan para seleb kadang memang bertujuan untuk mencari sensasi dan popularitas semata.
"Dengan adanya berantem itu negatif sebenarnya cuma untuk naikin pamor," nilai Alona.
Manajer artis juga bicara menganai dampak 'baik' untuk sang artis bila perseteruan mereka menjadi bahan ekspos media. Roy, manajer pedangdut Deasy Kitaro tak menampik kini artisnya itu menjadi dikenal publik lantaran kasus Zaskia 'Gotik' dan Vicky Prasetyo.
Deasy diketahui memang merupakan corong bagi para wanita yang mengaku menjadi korban Vicky Prasetyo. "Dampak positifnya, Deasy dikenal publik. Peluang masa depan Deasy yang terbaik ada," tukas Roy.
(kmb/mmu)











































