"Posisi saya lagi kurang enak badan, masih juga jalani terapi dan konseling dengan psikolog. Semua lebih lindungi saya secara psikis dan mental karena hal itu yang selama ini belum terjamah ke permukaan," ungkap Rasti saat ditemui di Plaza Pondok Indah 2, Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2013).
Selain penderitaan psikis, Rasti juga mengaku mengalami tekanan dalam fisiknya. Hal itu juga yang mendorongnya berani untuk melaporkan mantan kekasihnya itu ke polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski pernah menjadi orang yang dicintainya, Rasti menilai kini perasaan tersebut sudah hilang untuk Eza. Kini yang dirasakannya hanyalah trauma yang mendalam.
"Yang ada saya trauma. Setelah banyak lebih alami hal-hal kekerasan terhadap wanita, saya baru tahu betapa pentingnya perempuan bila alami pasca trauma, butuh sekali untuk dilindungi," akunya.
(nu2/mmu)











































