Tina Talisa Pernah Diteror Pria Bersenjata Tajam

Tina Talisa Pernah Diteror Pria Bersenjata Tajam

- detikHot
Selasa, 13 Des 2011 21:20 WIB
Tina Talisa Pernah Diteror Pria Bersenjata Tajam
Jakarta - Peristiwa penusukan kamerawan stasiun televisi tvOne dan satpam Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, membuat mantan presenternya Tina Talisa kaget. Soalnya, ia juga mengaku pernah diteror pria bersenjata tajam tempat yang sama.

"Soal penusukan pisau di Wisma Nusantara, memang ada-ada saja orang. Waktu saya masih di sana (tvOne) juga sempat didatangi laki-laki yang datang dan bilang cari saya, tapi bawa pisau. Ngeri," ujarnya saat menghubungi Detikhot (13/12/2011).

Perempuan yang kini bekerja di stasiun televisi Indosiar itu mengisahkan, kejadian tersebut masih terjadi di tahun ini. Ada seorang pria yang datang ke tempatnya bekerja dan mengaku sebagai fans yang ingin berfoto bersamanya.

Lanjut Tina, ada suara mencurigakan saat pria itu diperiksa melewati pintu metal detector. Setelah diperiksa pihak keamanan, ternyata ia kedapatan membawa sebilah pisau.

"Pelaku sempat diinterogasi sama satpam kenapa bertemu saya membawa pisau. Akhirnya dia digiring keluar karena dianggap membahayakan," kisah lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Bandung itu.

Perempuan kelahiran 24 Desember 1979 itu pun merasa prihatin atas kejadian yang menimpa kamerawan tvOne dan satpam Wisma Nusantara tersebut. Apalagi pelaku bernama Adil Firmansyah itu diduga pula mengincar mantan rekannya Grace Natalie.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Tina pun merasa bersyukur karena bisa saja penusukan itu menimpa dirinya dulu. "Saya hanya prihatin ada kejadian ini. Karena kejadian yang sama bisa saja terjadi waktu pria berpisau itu datang ke Wisma Nusantara mencari saya. Alhamdulillah satpam Wisma Nusantara dan tvOne sigap," katanya.

Selama tujuh tahun berkecimpung di dunia jurnalistik, Tina memang beberapa kali mengalami teror. Bahkan di situs microblogging Twitter, ia pernah mendapat ancaman dari seseorang yang menganggap darahnya halal untuk dibunuh.


(bar/bar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads