Sang Bunda, Theodora Yofefa Sahilatua, 80 tahun, menunggui Franky (57) sejak dirawat di rumah sakit pada 16 April lalu. Theodora mengungkapkan, Franky memang anaknya yang paling dekat.
"Dia anak yang paling deket sama saya dibandingkan kakak dan adiknya. Dia yang selalu dekat dan bersama sama saya," paparnya ketika ditemui semalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Theodora berkisah, sejak dulu Franky selalu menanyakan tempe jika ia sedang memasak di dapur. "Dia itu selalu deh kalau saya lagi masak di dapur pasti langsung buka tudung saji dan bilang, 'tempe mana, tempe mana' gitu," kenangnya.
Dan, ternyata kebiasaan itu tidak pernah berubah sampai Franky dewasa, dan menjadi penyanyi terkenal. "Sampai sekarang dia masih suka kok sama tempe, nggak pernah berubah kesukaannya," ungkap Theodora.
Franky Sahilatua meninggal karena kanker sumsum tulang belakang. Namanya dikenal sebagai penyanyi yang berduet dengan adiknya, Jane lewat lagu-lagu balada bertema alam dan kerakyatan. Belakangan, ia lebih banyak menyanyi solo, dan beralih ke tema-tema politik.
(nu2/mmu)











































