Ibunda Sigit, Katarina Soedibjo, meninggal pada 18 april 2010 lalu karena terserang kanker. Padahal sebagai anak, Sigit ingin sekali membahagiakan orangtuanya.
"Sebenarnya ukuran membahagiakan orangtua nggak ada batasnya. Aku ingin naikin haji, tapi belum saatnya udah dipanggil (meninggal-red)," kata pria kelahiran 26 Juli 1978 itu saat ditemui di Studio Dashyat RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (17/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah lama berobat ke rumah sakit, barulah ibunda Sigit diketahui terserang kanker ovarium (kanker indung telur pada vagina). "Sempat dirawat selama 3 minggu di rumah sakit," kata Sigit.
Takdir berkata lain, sang ibunda pun meninggal. Banyak kenangan yang Sigit ingat, terutama cara ibundanya mendidik anak.
"Bagaimana caranya nyokap didik gue sampai besar. Awalnya nggak terasa. Pas berkeluarga, gue ngerti manfaatnya bagaimana," kenang Sigit.
(ebi/iy)











































