Tragedi Kanjuruhan, Ingat Lagi Puisi 'Bola' Joko Pinurbo

ADVERTISEMENT

Tragedi Kanjuruhan, Ingat Lagi Puisi 'Bola' Joko Pinurbo

Tia Agnes Astuti - detikHot
Minggu, 02 Okt 2022 20:41 WIB
Penyair Joko Pinurbo
Joko Pinurbo (Foto: Tia Agnes/ detikHOT)
Jakarta -

Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, menewaskan 129 orang dan puluhan jiwa lainnya masih dalam kondisi kritis. Peristiwa yang membuat penyelenggaraan Liga 1 tertunda sampai menjadi perhatian dunia internasional termasuk FIFA.

Dalam sejarah sepak bola Tanah Air, ada beberapa momen tak mengenakkan antar-superter. Di balik itu semua, mari mengingat lagi ranah sepak bola yang membuat orang-orang ketagihan termasuk penyair Joko Pinurbo.

Sastrawan asal Yogyakarta itu pernah membuat sebuah puisi yang berjudul Bola. Berikut petikan syair yang dibuat oleh pria yang akrab disapa Jokpin tersebut:


Permainan sudah selesai. Perburuan tak akan usai.
Kostum, bendera, spanduk bertebaran di pinggir arena.
Ribuan penonton telah pulang meninggalkan stadion,
tempat yang kalah dan yang menang bertukar celana.
Maafkan kami yang tak juga paham rahasia bola.

Di tengah lapangan Maradona masih menari di atas bola:
bulatan nasib yang selembut doa; buntalan daging
yang membalut kandungan bunda; tempat janin kudus
mengarungi hari-hari agung penciptaan; puisi pengembara
yang ditenun dari benang-benang aksara.

Aku ingin masuk ke dalam bola, ingin meringkuk di sana.

Joko Pinurbo memang salah satu sastrawan yang gemar menonton sepak bola. Dalam sebuah diskusi di acara Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia, ia pernah mengatakan sepak bola merupakan cerminan sebuah bangsa.

Menurut penuturan Jokpin, bangsa Indonesia belum siap untuk bermain sepak bola karena masih sulit untuk saling memaafkan di samping persoalan diajak kerja sama. Hampir di setiap pertandingan bola di Indonesia selalu saja ada keributan.

"Bahkan di dalam kalangan sastrawan masih ada yang sulit berdamai menyinggung insiden antara Taufiq Ismail dengan Remy Silado dalam event MUNSI 2016 di hari pertama," ucap Jokpin.



Simak Video "Komnas HAM Serahkan Laporan Investigasi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT