ADVERTISEMENT

Cerita Panjang Andrea Hirata Garap Novel Baru Brianna dan Bottomwise

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 18 Jul 2022 15:04 WIB
Andrea Hirata
Andrea Hirata saat peluncuran novel Guru Aini, beberapa waktu lalu. Foto: Andrea Hirata (Foto: Tia Agnes)
Jakarta -

Nama Andrea Hirata dikenal melalui deretan panjang karya-karya spektakuler yang sensasional dan bestseller. Mulai dari tetralogi Laskar Pelangi sampai yang terakhir sosok seorang guru matematika di Belitong bernama Guru Aini.

Setelah vakum tiga tahun lamanya, Andrea Hirata muncul melalui novel terbaru yang berjudul Brianna dan Bottomwise. Karyanya diterbitkan oleh Bentang Pustaka dan bakal rilis akhir Juli 2022.

Andrea Hirata menceritakan perjalanan panjang menggarap Briana dan Bottomwise bermula dari serangkaian tur buku Laskar Pelangi yang membawanya keliling dunia termasuk Indonesia.

"Setiap kota yang kusebut dalam novel ini telah kukunjungi. Di sana aku banyak berbincang dengan musisi, pembuat alat-alat musik-terutama gitar, penegak hukum, dan para novelis. Melengkapi penelitian itu, selaku musisi pra-amatir, aku dan kawan-kawan orkes di kampungku, dilempari penonton dengan sandal cuhai, seperti kukisahkan dalam novel ini, telah pula kualami," kata Andrea Hirata.

Ketika kembali ke Iowa untuk belajar tulis-menulis, penulis asal Belitong itu mulai menulis fiksi dalam bahasa Inggris. Dia mengembangkan tentang berbagai karakter tentang musik.

"Semakin aku bercerita tentang musik, semakin karakter-karakter yang telah kubangun dengan bersusah-payah itu, rontok satu per satu dengan sendirinya," kata Andrea.

Dia mengakui naskahnya seperti musikologi, diskografi, maupun profil musisi. Bahkan ada beberapa yang seperti artikel musik. Dia pun mulai merombak manuskrip tersebut.

Andrea Hirata mengaku sempat berhenti di tengah jalan dan tidak menulis naskah Brianna dan Bottomwise. Tapi akhirnya ia kembali melanjutkan karena tergugah karena karakter Alma yang berusia 13 tahun yang harus mencuci 3 sepeda motor demi dipinjami gitar oleh tetangganya.

"Alma yang punya mimpi besar untuk menjadi gitaris rock. Aku lalu berusaha sedapat mungkin mengawinkan kisah musik dan karakter fiksi dan belajar menyeimbangkan hasrat yang membingungkan antara menulis kisah musik dengan perspektif novel--atau sebaliknya," sambungnya.

Melalui kisah Brianna dan Bottomwise, Andrea Hirata berharap ceritanya dapat menginspirasi pembaca.

"Kuharap, dengan membaca novel ini, Alma pun menginspirasimu, Kawan, dengan cara dia telah mengilhamiku," pungkasnya.



Simak Video "Farel Prayoga Bisa Nyanyi di Istana, Begini Sosoknya di Mata Orang Tua"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT