Pemerintah Dunia di Manga One Piece Lebih Kejam, Benarkah?

ADVERTISEMENT

Pemerintah Dunia di Manga One Piece Lebih Kejam, Benarkah?

Tia Agnes - detikHot
Senin, 23 Mei 2022 17:29 WIB
Pemerintah Dunia di Manga One Piece
Foto: Istimewa
Jakarta -

Manga One Piece chapter 1050 segera menyapa para pembaca setianya akhir bulan ini. Meski belum rilis, namun kelanjutan ceritanya sudah ditunggu-tunggu.

Di bab sebelumnya, mengisahkan kilas balik Kaido tentang Pemerintah Dunia yang bisa lebih berbahaya ketimbang prediksi pencinta komik Eiichiro Oda tersebut.

Dalam semesta One Piece, Pemerintah Dunia merupakan organisasi yang sangat kejam. Komikus Eiichiro Oda disebut unggul dalam membuat karakter para penjahat, tapi ada detail kecil lainnya yang disambut antusias.

Pemerintah Dunia yang juga pemerintahan utama dalam berbagai kerajaan di One Piece diduga berkonflik dengan bajak laut. Ada petunjuk, hal itu adalah tipu muslihat.

Meski Pemerintah Dunia memberikan negara anggotanya beberapa tingkat otonomi, jika mereka keluar dari barisan Pemerintah Dunia, ada kekuataan militer yang bakal menghukumnya. Para negara anggota bisa bertemu dalam puncak acara bernama Reverie setiap 4 tahun sekali.

Sementara One Piece punya banyak penjahat yang tidak terhubung langsung ke Pemerintah Dunia. Para pembaca punya banyak asumsi bahwa busur terakhir dari serial ini akan fokus pada Luffy dan kru Topi Jerami yang ingin menggulingkan Pemerintah Dunia.

Monkey D Luffy juga diduga akan membebaskan pulau-pulau yang ada dari aturan Pemerintah Dunia yang membuat menderita.

Terlepas dari reputasi organisasi yang sudah buruk di antara para penggemar, bab terakhir seri ini mengungkapkan bahwa Pemerintah Dunia bahkan lebih buruk dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dalam manga One Piece bab 1049, Kaido dikisahkan berasal dari kerajaan Vodka atau negara yang sebelumnya tidak pernah terdengar sama sekali. Ketika Kaido kecil, negaranya terus berperang untuk mendapatkan uang untuk membayar Penghargaan Surgawi kepada Pemerintah Dunia.

Jika mereka tidak dapat membayar pajak, mereka akan kehilangan Hak Asasi Manusia (HAM). Kido mendaftar di pasukan pulaunya di usia yang muda dan menjadi prajurit kuat.

Sayangnya, negara mengkhianati Kaido dan memberikannya kepada Marinir dengan imbalan kursi di Reverie. Pertemuan Reverie satu-satunya cara agar negara anggota Pemerintah Dunia dapat membuat suara mereka didengar.

Alias ketika membuat kesepakatan ini, Pemerintah Dunia memanfaatkan hak Kerajaan Vodka untuk mewakili mereka. Dalam Reverie, Kaido melarikan diri dari tahanan Marinir dan Pemerintah Dunia memberikan kursi ke negara lain, dengan tawar menawar yang mirip seperti itu.

Kaido mengingat kembali masa kelam dengan Pemerintah Dunia saat ini. Kini Arc dalam manga One Piece semakin berakhir dan pembaca bakal terus menunggu kejelasan mengenai Pemerintah Dunia dan seluk-beluk kekejamannya.



Simak Video "One Piece Masih Jadi Manga Terlaris"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT