Hari Buku Nasional Diperingati Setiap 17 Mei, Mana Buku Favoritmu?

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 17 Mei 2022 15:45 WIB
Hari Buku Nasional 2019
Foto: Getty Images
Jakarta -

Setiap tanggal 17 Mei, para pencinta buku memperingati hari bersejarah. Hari Buku Nasional dirayakan setiap tahunnya dengan berbagai perayaan.

Perayaan Hari Buku Nasional pertama kali diperingati pada 17 Mei 2002 yang digagas oleh Menteri Pendidikan Abdul Mailik Fadjar. Tanggal itu dipilih bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada Mei 1980.

Perpustakaan Nasional RI pun mengajak para pencinta buku untuk turut merayakan hari bersejrah tersebut di tahun ini. Pada 17-30 Mei 2022, ada sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan yakni peluncuran 12 novel inovasi layanan digital, pameran koleksi unggulan, kelas virtual sampai kegiatan webinar.

Ada banyak cara yang bisa dirayakan untuk memperingati Hari Buku Nasional. Salah satunya dengan membaca buku pilihan favoritmu. Berikut di antaranya:

1. Laut Bercerita (Leila S Chudori)

Laut Bercerita adalah novel karya penulis asal Indonesia bernama Leila Salikha Chudori. Ia juga merupakan seorang wartawan di Majalah Tempo.

Novel terbitan tahun 2017 mengangkat kisah tentang tema persahabatan, percintaan, kekeluargaan, dan rasa kehilangan. Dengan berlatar waktu di tahun 1990-an dan 2000, novel ini mampu membius para pembacanya untuk menerobos ruang masa lalu dan kembali melihat peristiwa yang terjadi di tahun yang bersangkutan.

2. Perjamuan Khong Guan - Joko Pinurbo

Usai libur Lebaran, biskuit Khong Guan kerap menjadi salah satu cemilan wajib bagi keluarga. Tapi di tangan penyair Joko Pinurbo, Khong Guan menjadi puisi-puisi bermakna.

Dalam buku kumpulan puisi 'Perjamuan Khong Guan' ada 80 puisi. Di dalamnya ada empat bagian yang disebut dengan 'kaleng'. Joko Pinurbo meramu buku dengan gaya khas berpuisinya, menggunakan permainan diksi, logika bahasa, kejenakaan, dan kritik sosial yang diselipkan.

3. Aroma Karsa - Dee Lestari

Salah satu novel bestseller Dee Lestari adalah 'Aroma Karsa'. Novel yang mengedepankan indera penciuman itu menceritakan tentang mitos tanaman Puspa Karsa yang tersembunyi di Gunung Lawu.

Selain setting Gunung Lawu, novel 'Aroma Karsa' juga mendatangi TPA Bantar Gebang sebagai latar cerita. Bahkan sang novelis juga sampai mengikuti kursus parfum di Singapura.

4. Segi Tiga - Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono adalah salah satu penulis produktif yang aktif menerbitkan karya di usia senja. Hampir setiap bulan, ia merilis karya terbaru bagi para pembaca setianya, di antaranya adalah novel 'Segi Tiga'.

Dalam novel, Sapardi membedah bagaimana rumitnya hubungan di antara tokoh-tokoh novel. Serta kelindan di antara tokoh-tokoh novel dan Juru Dongeng yang misterius.

5. Aku, Meps, dan Beps (Reda Gaudiamo dan Soca Sobhita)

Buku ini termasuk bacaan ringan bagi anak-anak yang gemar membaca. Ditulis oleh Reda Gaudiamo dan Soca Sobhita, ini adalah buku pertama yang diterbitkan oleh Post Press, sebuah penerbitan independen kecil yang diinisasi oleh Post, toko buku independen di Pasar Santa, Jakarta.

Buku ini menceritakan kisah keluarga Reda bersama putri tunggalnya, Soca. Catatan kecil saat Soca masih kecil itu menjadi bacaan yang menarik.



Simak Video "Kata BRI soal Nasabah Robek Buku Tabungan Gegara Saldo Berkurang"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)