LIFEs 2021 Angkat Tema Arab Asyiq, Digelar Secara Hibrid

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 24 Sep 2021 18:52 WIB
Komunitas Salihaira Gelar LIFEs 2021 (Literature and Ideas Festival)
Foto: Komunitas Salihara/ Istimewa
Jakarta -

Komunitas Salihara kembali menggelar Literature and Ideas Festival (LIFEs) tahun ini. Diselenggarakan mulai 25 September sampai 2 Oktober 2021, festival bakal dibuat secara hibrida yakni virtual dan fisik yang terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Tahun ini, LIFEs mengusung tema Arab Asyiq yang mengeksplorasi jejak kesusastraan Arab kepada Indonesia dan dunia.

Kurator Komunitas Salihara, Ayu Utami menuturkan di tengah situasi tak menentu akibat pandemi, Komunitas Salihara ingin merawat kesusastraan dan pemikiran yang bermutu lewat penyelenggaraan festival setiap dua tahun sekali.

"PPKM yang masih diberlakukan dengan situasi serba tak menentu, kita ingin buat acara yang diakses secara online tanpa batas geografis tapi juga pelaksanaan digabung dengan hibrid," ungkap Ayu Utami saat jumpa pers virtual, Jumat (24/9/2021).

Meski luring tetap dilaksanakan, Ayu Utami tetap mengatakan acara yang bisa didatangi pecinta sastra secara fisik ada aturan yang berlaku.

Komunitas Salihaira Gelar LIFEs 2021 (Literature and Ideas Festival)Komunitas Salihaira Gelar LIFEs 2021 (Literature and Ideas Festival) Foto: Komunitas Salihara/ Istimewa

"Memang beda rasanya, itu tantangannya. Untuk malam pembukaan besok, Bintang-bintang Di Bawah Langit Jakarta, kami membuka acara secara luring dengan terbatas sekali dengan prokes ketat," katanya.

Ayu Utami juga mengatakan tema sastra Arab sengaja dipilih tim kuratorial karena beberapa hal. Masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam, bahasanya banyak mengandung bahasa Arab.

"Kalau mau dipelajari ada banyak hal. Dari soal makanan atau kuliner, pemikiran kebatinan atau sufi tapi juga soal hukum-hukumnya. Artinya tidak ada keraguan bagi kami untuk mengambil tema ini pada tradisi masyarakat Indonesia dan dunia," lanjutnya.

Kurator tamu untuk LIFEs 2021, Hamzah Muhammad, menambahkan melalui festival ini Komunitas Salihara ingin menghadirkan sisi sastra Arab yang lain dan bukan bersifat tuntunan.

"Arab yang kultural. Arab yang sudah beratus tahun berkelindan dengan masyarakat kita. Kita mau melakukan pembacaan kilas balik dan terkait seberapa jauhkah Arab pada kita dan respons ke-Arab-an yang terjadi di masyarakat kita," tukasnya.

LIFEs 2021 yang membahas khazanah kebahasaan dan kesusastraan Arab yang menyebar ke penjuru dunia juga membahas tentang kaligrafi dalam bait puisi, persoalan identitas Arab, modernisasi Islam di Indonesia, jejak-jejak Aksara Arab di Nusantara, seorang penerjemah Ali Audah sampai peluncuran buku Albert Camus: Tubuh dan Sejarah karya Goenawan Mohamad.

Jika kamu ingin menonton dan berpartisipasi dalam seminar maupun ceramah kunci, bisa diintip lewat situs resmi Komunitas Salihara.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "''Kisah-kisah Tanah Manusia'', Anekdot Lahan dan Insan dalam Pigura"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)