Sastrawan Feminis Mesir Nawal El Saadawi Meninggal Dunia

Tia Agnes - detikHot
Senin, 22 Mar 2021 07:53 WIB
Sastrawan Feminis Asal Mesir Nawal El Saadawi Meninggal Dunia
Penulis asal Mesir Nawal El Saadawi meninggal dunia Foto: Nawal El Saadawi (Dok The Guardian)
Jakarta -

Sastrawan penulis sekaligus pujangga besar Mesir, Nawal El Saadawi, meninggal di usia 89 tahun. Surat kabar pemerintah Al-Ahram melaporkan kabar duka tersebut pada 21 Maret 2021.

Nawal El Saadawi dikenal sebagai pembela hak-hak kaum perempuan dan berjuang keras melawan mereka yang terpinggirkan. Dia dipenjara dan dianiaya serta menerima ancaman dari kaum konservatif Mesir sepanjang hidupnya karena pandangan yang berani.

Kabar meninggalnya perempuan kelahiran 27 Oktober 1931 bertebaran di media sosial. Agen sastra bergengsi Pontas Agency turut mengucapkan rasa duka yang mendalam.

"Berita duka: penuli, feminis, aktivis Mesir yang dikenal sebagai Simone de Bauvoir Arab telah meninggal di Kairo. Buku dan idenya akan tetap ada selamanya dan dia akan selalu menjadi bagian dari sejarah Pontas Agency," tulis keterangan Pontas Agency di akun Instagram resminya, seperti dilihat detikcom, Senin (22/3/2021).

Hak terjemahan pertama buku Nawal El Saadawi yang berjudul Woman at Point Zero dipublikasikan oleh Pontas Agency di Spanyol saat dekade 1990-an.

[Gambas:Instagram]



Novelis Turki dan aktivis hak-hak perempuan, Elif Shafak, dalam kicauan pribadinya turut mengucapkan duka atas meninggalnya Nawal El Saadawi.

"Kehilangan yang menyedihkan bagi wilayah kami, dunia kami," cuitnya.

"Beristirahatlah dalam damai, istirahat dalam kekuasaan, persaudaraan, dan buku," sambungnya lagi.

Penulis kelahiran Mesir lainnya, Mona Eltahaway mengutip novel Nawal El Saadawi Woman at Point Zero menuturkan, "Saya mengatakan kebenaran dan kebenaran itu buas serta berbahaya."

Nawal El Saadawi adalah pendiri sekaligus presiden Asosiasi Solidaritas Wanita Arab. Ia juga salah satu pendiri Asosiasi Arab untuk HAM. Pada 1981, ia mendirikan majalah feminis bernama Al Moawgaha atau The Confrontation.

Salah satu bukunya yang paling populer adalah Women & Sex dan Memoirs from a Women's Prison. Buku Women & Sex dilarang di Mesir selama dua dekade setelah rilis, ia pun kehilangan pekerjaannya di Kementerian Kesehatan Mesir.

"Perempuan tidak bisa dibebaskan dalam masyarakat kelas atau masyarakat patriarki yang didominasi laki-laki. Inilah mengapa kita harus menyingkirkan, melawan penindasan kelas, penindasan gender, dan penindasan agama," kata Nawal El Saadawi, dalam sebuah wawancara.

Selamat tidur dalam damai, Nawal El Saadawi!

Ini video saat 'Sastrawan Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia':

[Gambas:Video 20detik]



(tia/dar)