Puisi-puisi Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes Lahir saat Pandemi

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 16 Feb 2021 09:50 WIB
Buku Puisi Terbaru Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes berjudul Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi.
Gramedia Pustaka Utama kembali menerbitkan buku puisi kolaborasi ketiga Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes Foto: Theoresia Rumthe/ Instagram
Jakarta -

Pandemi COVID-19 tidak membuat penulis berhenti berkarya dalam bentuk apa pun. Penyair Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes merilis buku puisi terbaru yang lahir di tengah masa pandemi.

Penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) mengumumkan buku kolaborasi ketiga yang ditulis mereka berjudul Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi.

Uniknya buku puisi tersebut dibuat melalui saling berbalas menggunakan e-mail di masa pandemi. Theoresia Rumthe dalam keterangan yang diterima detikcom menuturkan sepanjang 2020 bagi sebagian orang adalah masa yang kelam.

Tapi bagi pasangan penyair itu adalah tahun paling terang untuk proses kekaryaan kami.

"Kami menulis tiga buku puisi digital dan menyelesaikan naskah buku Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi," tutur Theoresia Rumthe.

Seperti dua buku puisi kolaborasi sebelumnya, di buku puisi Tempat Paling Liar di Muka Bumi mereka berkirim puisi melalui SMS. Di buku puisi Cara-cara Tidak Kreatif untuk Mencintai, keduanya juga berbalas via WhatsApp.

"Kini di buku puisi Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi, kami berbalasan mengirim puisi melalui e-mail," katanya.

Editor Senior Gramedia Pustaka Utama, Siska Yuanita, menuturkan buku puisi terbaru mereka mengambil format percakapan yang menciptakan kontinuitas dari awal sampai akhir.

"Sesekali mereka mengambil satu kata atau frasa dari sajak sebelumnya dan mencocokkannya ke sajaknya sendiri sehingga percakapan mengalir lancar dan terkadang menuju ke arah lain," kata Siska Yuanita.

Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes sebelumnya menerbitkan dua buku puisi kolaborasi. Di antaranya adalah Tempat Paling Liar di Muka Bumi dan Cara-Cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai yang dirilis oleh GPU pada 2016 dan 2018.

Buku puisi tunggal berikutnya karya Theoresia Rumthe yang berjudul Selamat Datang, Bulan. Serta buku puisi Weslly berjudul Bahaya-bahaya yang Indah juga diterbitkan oleh GPU di 2019.

Pada 2020, mereka menerbitkan tiga puisi digital yakni Rumah Rindu, Mata Bunga, dan Daun Jendela Pagi.



Simak Video "Penyair Polandia Adam Zagajewski Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)