Tak Cuma Terbit dalam Bahasa Turki, Buku Harun Yahya Rilis di Mancanegara

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 12 Jan 2021 14:43 WIB
Harun Yahya alias Adnan Oktar
Foto: Instagram @adnanoktar_
Jakarta -

Pendakwah kontroversial Adnan Oktar atau yang lebih dikenal dengan nama Harun Yahya dinyatakan bersalah atas belasan tindak pidana oleh Pengadilan Istanbul, Turki. Ia dihukum penjara selama 1.075 tahun lamanya.

Selain dikenal sebagai pemimpin kultus, ia juga mendirikan dua organisasi yang kini disebut mencuci otak perempuan-perempuan muda yang bergabung dengan kelompok mereka.

Harun Yahya juga dikenal sebagai penulis buku-buku bertemakan Islam yang sudah booming sejak dekade 1990-an. Ratusan buku, buklet, dan poster ditulis serta diterbitkannya.

Bahkan pada 21 Maret 2011, Harun Yahya memulai siaran televisi pada saluran satelit A9 yang menyiarkan secara langsung wawancara dan kuliah malamnya.

Dilansir dari berbagai sumber, buku-bukunya diterbitkan oleh penerbit Vural Yayıncılık atau Global Publishing yang bertempat di Istanbul, Turki. Untuk terjemahan bahasa Inggris dirilis oleh Ta-Ha Publishers yang bertempat di London, Inggris.

Di Ontario, Kanada, bukunya disebarluaskan dan diterbitkan oleh Al-Attique Publisher. Serta di New Delhi India oleh Goodword Books.

Ia mengklaim telah menulis ratusan buku dan semuanya ditulis oleh dirinya sendiri bukan orang lain. Harun Yahya menegaskan penulis buku-buku itu bukan orang lain.

"Saya tidak menulis buku Kebohongan Holocaust," ungkapnya dalam sebuah wawancara dengan Guardian.

Dikutip dari Wikapedia, buku-buku Harun Yahya juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis, Jerman, Italia, Rusia, Spanyol, Arab, Portugis, Albania, Serbia-Kroasia, Bosnia, Polandia, Urdu, Indonesia, Kazakh, Azeri, Melayu, Bengali, dan Melayu.

Karya tulisnya juga telah dipublikasikan secara luas ke seluruh dunia, dan sebagian dari karyanya tersedia gratis pada situs resminya.

Salah satu buku yang kontroversial adalah Atlas Penciptaan atau Atlas of Creation yang disebut sebagai tandingan teori Darwin. Dikabarkan Harun Yahya sampai mengirimkan ribuan eksemplar untuk menyebarluaskan buku yang ditulisnya tersebut ke kalangan akademisi, anggota Kongres, dan ilmuwan Amerika Serikat.



Simak Video "Harun Yahya Divonis 1000 Tahun Penjara"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)