Margaret Atwood Rilis Buku Kumpulan Puisi Perdana Berjudul Dearly

Tia Agnes - detikHot
Sabtu, 17 Okt 2020 14:05 WIB
FRANKFURT AM MAIN, GERMANY - OCTOBER 14:  Canadian author Margaret Atwood attends the Peace prize of the german Book Trade pressconference during the Franfurter Book fair 2017 (Frankfurter Buchmesse) on October 14, 2017 in Frankfurt am Main, Germany. The 2017 fair, which is among the worlds largest book fairs, will be open to the public from October 11-15.  (Photo by Hannelore Foerster/Getty Images)
Margaret Atwood / Foto: Getty Images
Jakarta -

Margaret Atwood segera menerbitkan buku kumpulan puisi pertamanya yang berjudul Dearly. Buku puisi yang rilis setelah satu dekade berlalu itu akan terbit pada 10 November 2020.

Novelis The Handmaid's Tale membagikan kabar bahagia itu lewat media sosial pribadinya.

"Dearly adalah kumpulan puisi pertama saya yang diterbitkan setelah lebih dari satu dekade. Bergabunglah dengan saya pada 10 November untuk merayakan perilisan secara streaming dengan @faneproductions, tonton dari mana saja di seluruh dunia," tulis Margaret Atwood, seperti dilihat detikcom, Sabtu (17/10/2020).

Sebelum menjadi novelis terpenting abad ini, penulis asal Kanada itu dikenal sebagai seorang penyair.

Dalam buku kumpulan puisi perdananya akan menyatukan banyak tema yang selama ini ditulis oleh sang novelis. Dari deskripsi dunia alam yang sempurna sampai pertemuan cerdas yang mengejutkan dengan alien.

"Dari masalah politik yang mendesak hingga mitos dan legenda yang pernah ada di dunia ini," tulis Margaret Atwood.

[Gambas:Instagram]


Buku puisi Dearly juga mengeksplorasi tema tentang ketidakhadiran dan akhir, penuaan dan retrospeksi, tapi juga soal hadiah dan pembaruan. Saat peluncuran puisinya nanti, Margaret Atwood tidak akan sendiri.

Ia bakal mengundang beberapa tamu istimewa yang membacakan syair-syairnya serta berdikusi tentang buku Dearly.

"Dengan bacaan yang memikat, cerita yang belum pernah terdengar sebelumnya, dan percakapan yang menarik, acara peluncuran akan menyenangkan bagi pembaca setia dan penggemar baru," tulis Fane Productions.

Margaret Atwood yang baru saja memenangkan penghargaan perdamaian sastra Amerika dikenal lewat novel The Handmaid's Tale yang rilis pada 1985. Novel yang diadaptasi ke serial televisi dan berhasil menang di Emmy Awards itu memicu gerakan #MeToo yang menentang kekerasan seksual terhadap perempuan.

Sepanjang kariernya, Margaret Atwood sukses menerbitkan lebih dari 50 puisi, sastra anak, fiksi, dan non-fiksi ke dalam 40 bahasa lainnya. Dia juga dikenal sebagai novelis untuk buku Oryx and Crake dan The Year of the Flood.



Simak Video "Viralnya Tangisan Wibu Dengar Rumor Naruto Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)