200 Penulis Kecam JK Rowling yang Antitransgender

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 01 Okt 2020 10:08 WIB
JK Rowling
JK Rowling dikecam 200 penulis Inggris dan dunia Foto: Facebook JK Rowling
Jakarta -

Lebih dari 200 penulis Inggris dan dunia menandatangani surat dukungan kepada masyarakat transgender dan non-biner. Mereka juga mengecam opini JK Rowling yang antitransgender.

Awal pekan ini, surat dukungan berbeda untuk JK Rowling diterbitkan oleh The Sunday Times. Di antara nama-nama itu ada penulis Jeanette Winterson, Malorie Blackman, Juno Dawson, Nikesh Shukla sampai Elizabeth Day.

Mereka dan ratusan penulis lainnya menandatangani surat yang mendukung komunitas transgender. Surat digambarkan sebagai pesan cinta dan solidaritas.

"Budaya adalah, dan harus selalu, di garis depan perubahan masyarakat. Kami menyadari peran penting industri kami dalam memajukan dan mendukung kesejahteraan dan hak-hak orang transgender dan non-biner," bunyi surat tersebut, seperti dilansir dari berbagai sumber, Kamis (1/10/2020).

"Kami berdiri bersamamu, kami mendengarmu, kami melihatmu, dan kami menerima kamu. Kami mencintaimu. Dunia menjadi lebih baik karena Anda ada di dalamnya. Kehidupan non-biner berlaku, perempuan transgender adalah perempuan, pria transgender adalah pria, hak transgender adalah Hak Asasi Manusia," tulis surat tersebut.

Surat mengecam opini JK Rowling itu rilis setelah penulis Harry Potter itu berkicau di Twitter untuk berterima kasih kepada 50 pendukungnya. Termasuk Ian McEwan, Lionel Shriver, Tom Stoppard, serta penulis televisi Graham Linehan.

JK Rowling mengatakan terima kasih kepada dukungan yang diterimanya secara pribadi.

"Penandatanganan ini menunjukkan rasa solidaritas semua perempuan saat ini untuk berbicara mengenai hak mereka sendiri dan menghadapi ancaman kekerasan dan kematian sebagai balasannya," cuit JK Rowling.

"Ini juga merupakan kesempatan untuk mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada ribuan orang yang telah mengirimkan email kepada saya pribadi. Saya mencoba merespons itu semuanya, jadi maafkan saya jika saya belum sempat menjawabnya," tukasnya.

JK Rowling menuai kontroversi sejak Juni lalu saat ia berkicau mengenai perempuan transgender tidak mengalami menstruasi sehingga tidak bisa disebut sebagai perempuan.

Penerbitan novel Troubled Blood juga memicu pro dan kontra karena karakter pembunuh berantai bernama Dennis Creed yang digambarkan sebagai pria yang mengenakan gaun perempuan lalu membunuh korban-korbannya.



Simak Video "Di Balik RIP JK Rowling yang Bergema di Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)