Dicaci Maki, Novel Terbaru JK Rowling Tetap di Posisi Pertama

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 24 Sep 2020 09:54 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 30:  J. K. Rowling attends the press preview of Harry Potter & The Cursed Child at Palace Theatre on July 30, 2016 in London, England. Harry Potter and the Cursed Child, a two-part West End stage play written by Jack Thorne based on an original new story by Thorne, J.K. Rowling and John Tiffany.  (Photo by Rob Stothard/Getty Images)
Novel terbaru Robert Galbraith aka JK Rowling menempati posisi pertama di Inggris Foto: Getty Images
Jakarta -

Kontroversi yang ditimbulkan penulis Harry Potter, JK Rowling, seakan tak pernah berakhir. Meski novel terbarunya juga dicaci maki pembaca, tapi Troubled Blood menempati posisi pertama di toko buku.

Seri kelima dari detektif Cormoran Strike yang baru terbit pekan lalu juga menuai pro kontra karena dianggap transfobia. JK Rowling menuliskan karakter pembunuh yang mengenakan pakaian perempuan.

Dilansir dari berbagai sumber, penjualan resmi novel Troubled Blood menurut data Nielsen BookScan berada di posisi pertama industri buku Inggris. Selama 5 hari sampai 19 September, novelnya sukses terjual 64.633 eksemplar.

Menurut Bookseller, penjualan buku Troubled Blood sejauh ini adalah yang terbesar untuk nama samaran Robert Galbraith atau JK Rowling. Angkanya pun dua kali lipat lebih tinggi penjualannya ketimbang Lethal White.

Di novel Troubled Blood, detektif Cormoran Strike dan asistennya Robin menyelidiki hilangnya seorang dokter umum perempuan yang kasusnya terjadi beberapa tahun sebelumnya.

Dari banyaknya tersangka pembunuhan tersebut, ada satu nama yang menjadi karakter pembunuh yakni Dennis Creed. Pembunuh berantai itu selalu mengenakan gaun perempuan dan wig ketika akan memangsa sasarannya.

Dennis Creed juga digambarkan sebagai seorang pria yang tak stabil. Gara-gara karakter tersebut, komunitas transgender dan LGBTQ menuduh JK Rowling transfobia sampai memunculkan tagar #RIPJKRowling yang menjadi trending di Twitter, termasuk Indonesia.

Bahkan ada hasutan untuk membakar buku-buku JK Rowling. Setelah kontroversi itu, JK Rowling mengatakan karakternya ditulis berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Oregon, AS.

[Gambas:Instagram]



Mereka adalah Jerry Brudos dan Russel Williams yang keduanya adalah manipulator dan mengambil trofi dari korban perempuan.

Mereka membunuh empat perempuan di Oregon selama dekade 1960-an. Menurut The Encyclopedia of Serial Killers, mereka mencuri pakaian dalam perempuan lalu mengenakannya dan menculik korban-korban sampai membunuhnya.

"Tema dalam novel ini adalah perubahan, kehilangan, dan ketidakhadiran. Tapi juga mengeksplorasi perubahan wajah feminisme dan stereotip feminis melalui karakter," tulis JK Rowling.

Novel Troubled Blood yang mencapai 900 halaman Resmi diluncurkan pada 16 September 2020.



Simak Video "Di Balik RIP JK Rowling yang Bergema di Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)