JK Rowling Komentari Tuduhan Transfobia di Novel Troubled Blood

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 18 Sep 2020 14:36 WIB
JK Rowling
JK Rowling komentari mengenai tuduhan transfobia di novel Troubled Blood Foto: IMDB/ Istimewa
Jakarta -

Novelis Robert Galbraith atau nama samaran dari JK Rowling baru saja merilis novel kelima seri detektif Cormoran Strike, Troubled Blood. Fans menuduh buku terbaru JK Rowling itu transfobia terhadap masyarakat transgender.

Dalam novel Trouble Blood ada karakter pembunuh berantai bernama Dennis Creed. Karakter yang ditulis JK Rowling tidak stabil itu mengenakan gaun dan wig rambut perempuan lalu membunuh sasarannya dengan keji.

Dennis Creed memikat korban untuk masuk ke dalam mobil van. Ia kerap mencuri pakaian dalam tetangga perempuan untuk dipakai dan melakukan masturbasi.

Dalam novel Troubled Blood menceritakan detektif swasta Cormoran Strike dan asistennya Robin Ellacott menyelidiki kasus seorang dokter umum perempuan yang menghilang. Peristiwa hilangnya dokter itu merujuk pada peristiwa pembunuhan yang belum tuntas diselidiki.

Gara-gara peluncuran novel Troubled Blood, tagar di Twitter #RIPJKRowling menggaung. Fans marah karena JK Rowling transfobia dengan menulis karakter Dennis Creed.

Di situs Robert Galbraith, JK Rowling mengatakan karakter Dennis Creed berdasarkan pada pembunuh yang ada di kisah nyata. Mereka adalah Jerry Brudos dan Russel Williams yang keduanya adalah manipulator dan mengambil trofi dari korban perempuan.

Mereka membunuh empat perempuan di Oregon selama dekade 1960-an. Menurut The Encyclopedia of Serial Killers, mereka mencuri pakaian dalam perempuan lalu mengenakannya dan menculik korban-korban sampai membunuhnya.

JK RowlingJK Rowling Foto: IMDB/ Istimewa

Russel Williams dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di 2010 karena terbukti membunuh dua perempuan dan didakwa pembunuhan tingkat pertama, dua serangan seksual, dan 82 dakwaan melanggar termasuk mencuri pakaian dalam perempuan.

"Tema dalam novel ini adalah perubahan, kehilangan, dan ketidakhadiran. Tapi juga mengeksplorasi perubahan wajah feminisme dan stereotip feminis melalui karakter," tulis JK Rowling.

Dalam novel, ada banyak karakter kompleks yang juga menjadi tersangka yakni pasien perempuan yang punya perasaan terhadap dokter yang menghilang, Margot Bamborough yang juga feminis. Ada karakter suami pasif-agresif yang terobsesi terhadap istrinya dan hanya ingin ia menjadi ibu rumah tangga.

"Karakter utama yang kompleks dan berada di antara tuntutan pekerjaan yang terkadang berbahaya bagi seorang ibu juga menjadi cerminan dari kehidupan saya pribadi," tulis JK Rowling.

Novel Troubled Blood yang mencapai 900 halaman kini resmi diluncurkan pertengahan pekan ini atau 16 September 2020.



Simak Video "Di Balik RIP JK Rowling yang Bergema di Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)