Kisah Emir Mahira Temukan Hidayah di Kanada Sampai Menangis Haru

Kisah Emir Mahira Temukan Hidayah di Kanada Sampai Menangis Haru

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Kamis, 12 Mar 2026 08:30 WIB
Emir Mahira
Emir Mahira. Foto: dok. Instagram Emir Mahira
Jakarta -

Aktor Emir Mahira mengungkapkan kisah perjalanan spiritualnya yang tidak terduga. Bintang film Kupilih Jalur Langit ini mengaku, menemukan titik balik keagamaan justru ketika menempuh pendidikan di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada.

Emir Mahira menjelaskan, lingkungan sekitarnya selama berada di luar negeri sangat jauh dari praktik keagamaan. Namun, situasi tersebut malah mengantarkannya pada sebuah pengalaman spiritual dan proses pencarian jati diri yang mendalam.

"Sebenarnya aku itu menemukan agama setelah aku menjauh dari agama. Jadi aku kuliah di Kanada itu aku sangat jauh dari agama, gak ada teman-temanku yang salat sama sekali, tapi kebetulan dari situ aku malah menemukan agama," kata Emir Mahira di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Sempat merasa terpuruk selama masa pandemi, ia mulai mencari jalan keluar dengan menelusuri literatur mengenai cara mengatasi depresi.

"Aku menemukan bahwa waktu itu aku di Kanada iseng-iseng aja baca-baca tentang depresi. Salah satu obat depresi paling ampuh itu adalah meditasi dan bersyukur," bebernya.

Dari hasil penelusuran tersebut, aktor berusia 28 tahun itu, mulai menyadari adanya benang merah antara metode meditasi dengan esensi ibadah salat dalam ajaran agama Islam.

"Nah, itu kesamaan yang aku lihat di dalam sholat. Which is kalau misalnya aku salat itu kan adalah meditasi. Kalau kita berdoa segala macam, pasti kan kita juga bersyukur, salat itu adalah bentuk syukur kita terhadap hidup kita," terang Emir Mahira.

Momen itu ternyata memberikan perubahan emosional yang luar biasa bagi Emir Mahira. Ia mengingat dengan jelas, reaksi spontannya saat hidayah tersebut akhirnya bisa diterima oleh logikanya secara utuh.

"Pas aku menemukan ini, aku ingat banget waktu itu aku lagi sama temenku, aku kayak orang gila. Aku gambar Ka'bah berkali-kali dalam buku-bukuku, aku telepon kakakku: 'Kak, aku ketemu Islam.' Dari situ aku nangis-nangis, beneran nangis-nangis," kenangnya.

Rangkaian pengalaman berharga di Kanada itu, membuatnya secara perlahan mulai merangkul agamanya sendiri dari hati.

"Mungkin dulu perkuat iman aja dan percaya, sekarang ada lo bukti-buktinya," pungkasnya.




(ahs/wes)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads