detikHot

book

Sapardi Djoko Damono Meninggal, Kondisi Kesehatan Menurun Selama Sebulan

Minggu, 19 Jul 2020 10:32 WIB Tia Agnes - detikHot
Sebuah acara peluncuran buku dan nyanyian puisi bertajuk 77 Tahun Sapardi Djoko Damono digelar tadi malam, Rabu (22/3/2017). Sapardi Djoko Damono meninggal dunia / Foto: Saras/detikHOT
Jakarta -

Dunia sastra kembali berduka hari ini. Sastrawan senior Sapardi Djoko Damono meninggal dunia di usia yang ke-80 tahun.

Pujangga Hujan Bulan Juni diketahui kondisi kesehatannya menurun selama sebulan belakangan.

"Belum tahu kondisinya seperti apa sekarang (di rumah sakit). Memang selama satu bulan sudah beberapa kali masuk rumah sakit," tutur Editor Sastra Penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU), Mirna Y saat dihubungi detikcom, Minggu (19/7/2020).

Mirna mengatakan seminggu yang lalu Sapardi Djoko Damono kembali masuk ke rumah sakit. Fungsi organ tubuh yang menurun dan faktor usia juga menjadi salah satu alasannya.

Pada November 2019, Sapardi juga sempat dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, karena hemoglobin (HB) yang menurun. Novelis Pingkan Melipat Jarak itu sempat posting keadannya ke akun Instagram saat itu.

"Sakitnya apa, nanti keterangan resmi dari pihak keluarga saja ya, belum tahu jenazah nanti ke rumah duka atau gimana," terang Mirna.

Sapardi Djoko Damono yang juga guru besar Universitas Indonesia itu dikenal sebagai pujangga lintas zaman. Pada 1972, Sapardi Djoko Damono pindah ke Jakarta dari Semarang untuk menjadi direktur pelaksana Yayasan Indonesia yang menerbitkan majalah sastra Horison.

Sejak tahun 1974, ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, tapi kini telah pensiun.

Sebagai seorang maestro, Sapardi Djoko Damono juga dikenal sebagai orang yang sederhana.

"Saat menerima penghargaan di Ubud Writers and Readers Festival beberapa tahun lalu, Eyang Sapardi menyebutkan penerbit GPU sebagai salah satu yang berperan penting dalam kekaryaannya," kata Mirna.

"Mungkin Eyang Sapardi disebut sebagai penulis yang menghargai penerbit di antara para penulis lainnya," tukasnya.

Sebelumnya kabar duka Sapardi Djoko Damono meninggal dunia disebarkan pihak penerbit kepada detikcom.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah meninggal dunia sastrawan besar Indonesia, Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono," tulis pesan tersebut.

Dalam keterangan pesan tersebut, Sapardi Djoko Damono meninggal dunia di Eka Hospital, BSD. Sang sastrawan meninggal pada Minggu (19/7/2020) di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan pada hari ini 19 Juli 2020, pukul 09.17 WIB.

Tonton Video 20Detik 'Breaking! Sastrawan Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia' di sini:

[Gambas:Video 20detik]






Simak Video "Cerita Dewa Budjana yang Gagal Kolaborasi Bareng Sapardi Djoko Damono"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com